BPOM Temukan Makanan Berbahan Rhodamin B dan Boraks di Pasar Sentral Mamuju

Makanan yang mengandung bahan berbahaya yang ditemukan BPOM Mamuju, rata-rata adalah makanan ringan.

BPOM Temukan Makanan Berbahan Rhodamin B dan Boraks di Pasar Sentral Mamuju
nurhadi/tribunsulbar.com
Kepala BPOM Mamuju Netty Nurmuliawati dan Wakil Gubernur Sulbar Hj Enny Angraeny Anwar memperlihatkan kepada wartawan makanan mengandung bahan berbahaya yang ditemukan di Pasar Sentral Mamuju. (nuhaditribun-timur) 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAMUJU - Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Mamuju, temukan sejumlah makanan berbahan berbahaya di Pasar Sentara Mamuju, Jumat (10/5/2019).

Makanan yang mengandung bahan berbahaya yang ditemukan BPOM Mamuju, rata-rata adalah makanan ringan.

Seperti kripik singkon dan beberapa kripik olahan lainnya.

Baca: Satu Keluarga dan Pengusaha Terkenal Masuk Islam, Acara Pengucapan Syahadat Bertabur Tokoh

Baca: Telkomsel Area Pamasuka Jamin Jaringan Aman Selama Ramadan Hingga Idulfitri

Kepala BPOM Mamuju Netty Nurmuliawati mengatakan, bahan berbahaya yang ditemukan pada makan di Pasar Setral Mamuju seperti Rhodamin B.

"Rhodamin B itu pewarna tekstil atau pakaian, bukan untuk makanan, jika di konsumsi bisa menyebabkan kerusakan pada hati,"kata Netty kepada Tribun-Timur.com.

Netty mengatakan, temuan tersebut akan dikordinasikan ke Dinas Kesehatan Polman, karena pasokan makanan tersebut dari Kabupaten Mamuju.

"Ini sudah berkali-kali kita tarik dari pasar, cuma mereka tidak satu tempat, kita sudah tegus berkali-kali, tapi pindah lagi di tempat yang lain,"ujarnya.

Baca: Dinas PM PTSP Makassar Gelar Jumat Berbagi

Dikatakan, selain makanan yang mengandung Rhodamin B, BPOM Mamuju juga temukan makana yang mengandung Boraks.

"Kalau Boraks ini dia pengawet kayu, bukan untuk makanan dan bahan-bahan sabun,"tuturnya.

"Kami himbau masyarakat untuk bijak dan cermat dalam memilih jajanan buka puasa termasukan pangan olahan, jangan pilih yang warnanya terlalu mencolok dan kalau ada yang dicurigai, laporkan ke BPOM,"imbun Netty menambahkan.

Baca: Bersama GEMPITA, Bupati Garut Canangkan Sentra Bawang putih

Lanjut Netty, jika produsen sudah dibina dan diberikan peringan lalu masih melanggar, pihaknya menegaskan akan menpidanakan.

"Karena ini jelas penyelahgunaan bahan berbahaya ke dalam pangan,"tuturnya.(tribun-timur.com)

Laporan Wartawan Tribun-Timur.com, @nurhadi5420

Jangan Lupa Subscribe Channel Youtube Tribun Timur:

Follow juga Instagram Tribun Timur:

Penulis: Nurhadi
Editor: Ansar
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved