Warga Lembang Buakayu Tana Toraja Demo PT Malea Energy Hydropower

Ratusan warga menuntut perusahaan tersebut atas dampak yang diakibatkan oleh PT. Malea seperti kerusakan hutan, sawah dan kebun milik warga.

Warga Lembang Buakayu Tana Toraja Demo PT Malea Energy Hydropower
Tomi Paseru/Tribun Timur
Pengamanan personil gabungam dari polres makale dan polsek Bonggakaradeng di PT. Malea Energy Hydropower Kamis (9/5/2019) siang

TRIBUNTORAJA.COM,MAKALE-100-an warga dari Lembang Buakayu, Kecamatan Bonggakaradeng, Kabupaten Tana Toraja melakukan aksi demonstarsi di PT. Malea Energy Hydropower.

Ratusan warga menuntut perusahaan tersebut atas dampak yang diakibatkan oleh PT. Malea seperti kerusakan hutan, sawah dan kebun milik warga.

Baca: Foto-foto Tampan Emre Kivilcim, Pria Turki Teman Dekat Ayu Ting Ting, Pernah Foto Bareng Syahrini

Baca: Kabar Gembira dari Menteri Keuangan, THR PNS, Polri/TNI Cair Mulai 24 Mei Kapan Libur Idulfitri?

50 orang personil gabungan dari polres Tana Toraja dan Polsek Bonggakaradeng diturunkan mengawal aksi warga Lembang Bua kayu di PT. Malae Energy Hydropower, Kamis (9/5/2019). 

Pengawalan ketat tersebut dipimpin oleh Kabag Ops Kompol Budi Gunawan didampingi Kapolsek Bonggakaradeng Iptu Wallem Panggeso.

Dalam aksi warga tersebut, polisi mengimbau kepada pengunjuk rasa agar tetap tertib dan menaati aturan unjuk rasa , serta tidak melakukan aksi-aksi anarkis yang dapat merugikan banyak pihak.

Pengamanan personil gabungam dari polres makale dan polsek Bonggakaradeng di PT. Malea Energy Hydropower Kamis (9/5/2019) siang
Pengamanan personil gabungam dari polres makale dan polsek Bonggakaradeng di PT. Malea Energy Hydropower Kamis (9/5/2019) siang (Tomi Paseru/Tribun Timur)

"Silahkan melalukan unjuk rasa sesuai dengan aspirasi yang ingin disampaikan, tetapi jangan melakukan perbuatan-perbuatan anarkis, apalagi merusak fasilitas umum," ujar Kabag Ops Polres Tana Toraja.

Aksi ratusan warga dari Lembang Buakayu digelar di tiga titik, pertama di Kantor DPRD Tator lalu ke Kantor Bupati Tator dan terakhir di PT Malea itu sendiri.

"Terimakasih kepada pengunjuk rasa yang telah melaksanakan kegiatan dengan tertib tanpa melakukan aksi-aksi anarkis," tutup Kompol Budi.

Hingga aksi demo berakhri Tribun belum memperoleh penjelasan dari pihak perusahaan terkait aksi demo warga tersebut yang merasa dirugikan karena perusahaan merusak hutan dan sawah warga. (*)

Laporan Wartawan TribunTimur.Com,@b_u_u_r_y

Jangan Lupa Subscribe Channel Youtube Tribun Timur:

Follow juga Instagram Tribun Timur:

1

B

1
B

Penulis: Tommy Paseru
Editor: Syamsul Bahri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved