Spirit Ramadan

Spirit Ramadan: Bulan Agung Solusi Kebangsaan Penepis Hoaks

spirit Ramadan bisa menjadi jalur alternatif pencarian solusi kebangsaan.

Spirit Ramadan: Bulan Agung Solusi Kebangsaan Penepis Hoaks
dok.tribun
Dr Kaswad Sartono 

Tulisan ini dimuat di Tribun Timur cetak edisi Kamis, 9 Mei 2019, halaman 1 dan 7

Dengan spirit Ramadan misalnya issue tantangan kesatuan dan persatuan bangsa, issue kemiskinan, massifnya upaya adu domba, fitnah dan hoax melalui medsos sebagai dampak pesta demokrasi Pilpres dan Pemilu serentak, maka spirit Ramadan bisa menjadi jalur alternatif pencarian solusi kebangsaan

Dr Kaswad Sartono
Wakil Sekjen PBDDI/Dirut Ponpes As Salman Sidrap

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Ramadan merupakan nama bulan qamariyah yang satu-satunya disebut secara langsung oleh Allah dalam Al-Quran yakni ayat 185 Surat al-Baqarah.

Dalam berbagai kajian dan perspektif, Ramadan memilikikandungan makna dan filosofi yang luar biasa yang tidak dimiliki oleh bulan-bulan lain.

Karena kandungan makna dan filosofinya itulah, sehingga Ramadan banyak memperoleh “gelar" atau sebutanantara lain syahrun ‘adhim, syahrun mubarakah, syahr Al-qur'an, syahr al-lailatil qadr, syahr tazkiyatun nufus, serta sebutan-sebutan lainnya.

Pertama, disebut “syahr adhzim”, bulan Agung, menurut petunjuk Rasulullah SAW karena di dalam Ramadan itu ada malam lailatur qadr yang nilainya lebih baik daripada seribu bulan; selama Ramadan, siang harinya diwajibkan puasa dan malam harinya disunnahkan shalat tarwih; seluruh amalan sunnah di dalam Ramadan dinilai seperti amalan wajib; kemudian, amalan wajib dinilai kelipatan 70 kali amalan wajib; doa dan permintaan hamba di bulan Ramadan mustajabah; dosa dan kesalahan mereka diampuni; dan lain sebagainya.

Kedua, bulan Ramadan disebut juga bulan suci, di samping karena Ramadan adalah Al Quran sebagai kitab suci umat Islam diturunkan pertama kalinya, juga mengandung makna dan filosofi bahwa selama bulan Ramadan umat Islam memperoleh berkah Ramadan sebagai wasilah atau momentum untuk melakukan proses penyucian jiwa (tazkiyatunnufus) melalui ibadah puasa sekaligus upaya menjaga hati, pikiran, lidah, penglihatan dan anggota badan lainnya dari hal-hal yang dapat membatalkan puasa (al-imsak ‘anil mufthiraat).

Rasulullah saw, suatu ketika pernah bersabda bahwa bulan Rajab adalah bulan Allah, Sya'ban adalah bulan Rasul. Sedangkan Ramadan adalah bulan untuk umat. Maka logikanya adalah Ramadan adalah media dan momentum strategis bagi umat Islam untuk memperoleh derajat tertinggi dalam keberagamaan yakni derajat taqwa.

Ketiga,bulan Ramadan adalah penuh berkah. Memang hakikat Ramadan adalah bulan berpuasa. Namun semangat menjadi manusia yang terbaik melalui aksi peduli sesama “sodaqah" juga luar biasa. Aksi Peduli Sesama ini ternyata berdampak langsung dengan pergerakan ekonomi rakyat juga luar biasa.

Ketika siang- sore hari di sepanjang jalan dan lorong-lorong di kota Makassar roda ekonomi rakyat bergerakbegitu dinamis. Pelaku ekonomi “kelas kecil" para penjual jajan, buah-buahan terutama kelapa muda dan pepaya, penjual sayuran, ikan dan daging ayam betul-betul memperoleh berkah dari langit dan bumi, mendapat “rizeki tahunan” di bulan Ramadan.

Jika aktivitas ekonomi umat ini terkelola dengan baik, apalagi zakat mall dan infaq dimaksimalkan, saya yakin -issue kemiskinan di masa kampanye misalnya- akan memperoleh solusi nyata, bukan janji!

Nah, jika problematika dan tantangan keindonesiaan saat ini dikorelasikan dengan spirit Ramadan misalnya issue tantangan kesatuan dan persatuan bangsa, issue kemiskinan, massifnya upaya adu domba, fitnah dan hoax melalui medsos sebagai dampakpesta demokrasi Pilpres dan Pemilu serentak, maka spirit Ramadan bisa menjadi jalur alternatif pencarian solusi kebangsaan.

Kenapa? Hakikkat orang yang berpuasa adalah proses mencari kemuliaan dan keagungan baik di hadapan Allah, manusia maupun negara melalui proses ibadah (ritual atau sosial) sekaligus mengendalian hati, pikiran dan seluruh anggota badan kita dari hal-hal yang tak terpuji dan inkonstitusional.(*)

Editor: AS Kambie
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved