Protes Dampak Perusahaan, Warga Lembang Buakayu Seruduk DPRD Tana Toraja

Massa yang mengenakan pengikat kepala berwarna merah putih tersebut protes dengan dampak PT Malea Energy Hydropower.

Protes Dampak Perusahaan, Warga Lembang Buakayu Seruduk DPRD Tana Toraja
tommy/ tribuntoraja
Warga dari Lembang Buakayu Tana Toraja, berkumpul dan beristirahat di Terminal Makale setelah menggelar aksi. 

TRIBUNTORAJA.COM,MAKALE - Belum ditemui oleh Pemerintah Kabupaten Tana Toraja dan Pimpinan DPRD Tana Toraja, Ratusan warga dari lembang Buakayu memilih beralih lokasi ke Terminal Makale Untuk beristirahat dan minum Kopi.

Kamis (9/5/2019) pagi, kurang lebih 100 massa dari Dusun Lembang Buakayu menggelar aksi damai di kantor DPRD Toraja. 

Setelah itu, massa bergerak ke kantor Bupati Tana Toraja, untuk melakukan aksi yang sama.

Massa yang mengenakan  pengikat kepala berwarna merah putih tersebut, protes dengan dampak  PT Malea Energy Hydropower.

Kapala Lembang Buakayu, Jhonlie Sandakila' (49) mengatakan PT Malea telah membawa dampak yang negatif bagi warganya.

"PT Malea tidak memperhatikan Amdal. Sudah merusak lingkungan kami, baik hutan, sawah dan kebun," ungkap Jhonlie Sandakila.

Jhonlie menambahkan, sebelumnya dia telah mendatangi Pemerintah Kabupaten, DPRD Tana Toraja dan Dinas Lingkungan hidup.

Ia datang untuk melaporkan secara langsung terkait dampak serta kerusakan yang terjadi di Dusun Lembang Buakayu.

"Sebebelumnya, saya telah datang secara langsung ke PT Malea, Pemerintah Kabupaten, Dewan Pimpinan Rakyat Daerah dan Dinas Lingkungan Hidup. Tapi kelihan kami  tidak diindahkan.  Tidak ada respon," ungkap Jhonlie Sandakila.

Warga mengancam, jika aspirasinya belum diindahkan, maka mereka akan menggelar aksi dengan jumlah massa yang semakin banyak.

Halaman
12
Penulis: Tommy Paseru
Editor: Ansar
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved