RENUNGAN RAMADHAN

Ilmuwan Teliti Perbedaan Kera yang Berpuasa dan Tidak, Hasilnya Mengejutkan

Ilmuwan AS bernama Andrea 14 tahun lalu juga meneliti orang Muslim yang berpuasa dibandingkan yang tidak berpuasa. Andrea kemudian menjadi muallaf.

Ilmuwan Teliti Perbedaan Kera yang Berpuasa dan Tidak, Hasilnya Mengejutkan
Dokumen Syamril Al Bugisyi
Syamril Al Bugisyi 

Hari ke-4 Ramadhan 1440 H

Oleh: Syamril Al Bugisyi
Direktur Sekolah Islam Athirah

Prof, dr. Veni Hadju, Ph.D dalam salah satu ceramahnya menguraikan bahwa pada tahun 1930 ilmuwan melakukan penelitian pertama tentang puasa dengan objek dua ekor kera.

Kera pertama diberi makan secara bebas. Kera kedua diatur makannya seperti orang berpuasa.

Setelah waktu yang cukup lama diperoleh hasil kera yang berpuasa lebih sehat.

Kera yang makan secara bebas sakit-sakitan dan lebih cepat mati.

Penelitian dilanjutkan ke tikus dengan perlakuan yang sama. Hasilnya sama.

Tikus yang tidak berpuasa mati lebih cepat. Saat isi perutnya dibedah ditemukan banyak sel kanker.

Salah satu ilmuwan AS bernama Andrea 14 tahun lalu juga meneliti orang yang berpuasa (muslim) dibandingkan dengan yang tidak berpuasa.

Ia menemukan manfaat puasa bagi kesehatan.

Bawang Putih Masih Mahal di Pangkep, Pedagang Ikut Mengeluh

Bawang Putih Juga Mahal di Maros, Segini Harganya

Dari hasil penelitian itu dia pun masuk Islam karena melihat perintah puasa yang sangat bermanfaat.

Halaman
123
Editor: Jumadi Mappanganro
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved