Detik-detik dr Ani Hasibuan Sebut Adian Napitupulu 'Bodoh' Saat Debat 554 Petugas KPPS Meninggal

Detik-detik dr Ani Hasibuan Sebut Adian Napitupulu 'Bodoh' Saat Debat 554 Petugas KPPS Meninggal

Detik-detik dr Ani Hasibuan Sebut Adian Napitupulu 'Bodoh' Saat Debat 554 Petugas KPPS Meninggal
Youtube
dr ani hasibuan vs adian napitupulu 

Detik-detik dr Ani Hasibuan Sebut Adian Napitupulu 'Bodoh' Saat Debat 554 Petugas KPPS Meninggal

TRIBUN-TIMUR.COM - Kematian 554 orang petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara ( KPPS) nyatanya membuat dokter Ani Hasibuan memberikan analisanya dari segi medis.

Sebagai dokter spesialis syaraf, Dr Ani Hasibuan menyebut bahwa faktor kelelahan tidak bisa begitu saja menjadi penyebab kematian seseorang.

Dilansir dari tayangan Catatan Demokrasi Kita edisi Selasa (8/5/2019), Ani Hasibuan tampak memberikan analisanya terkait dengan beban kerja dari petugas KPPS.

Menurutnya, beban kerja yang diemban petugas KPPS tidak memiliki kelebihan yang berarti.

"Saya melihat beban kerjanya KPPS. Itu beban kerjanya saya lihat tidak ada fisik yang sangat capek. Kan dia bergantian ada 7 orang. Ada aturan boleh bergantian," ungkap dokter Ani Hasibuan.

Karenanya, jika ada pernyataan yang menyebut bahwa ratusan petugas KPPS meninggal karena kelelahan menurut Ani Hasibuan adalah tidak tepat.

"Jadi kematian karena kelelahan saya belum pernah ketemu. Saya ini sudah 22 tahun jadi dokter belum pernah saya ketemu adalah penyebab kematian karena kelelahan," imbuh dokter Ani Hasibuan.

Baca: Fadli Zon Bikin Adian Napitupulu Kalah Telak di Pileg, Anak Ketum Golkar Juga Gagal ke Senayan

Baca: Bocor Jejak Digital Dokter Gugat Kematian KPPS, Foto dan Video Viral Ungkap Siapa Sosok Ani Hasibuan

Namun, berbeda kasusnya ketika ada seseorang yang memiliki riwayat penyakit kronis lalu meninggal akibat kelelahan.

Sebab menurutnya, kelelahan itu bisa memicu penyakit kronisnya itu muncul.

Halaman
1234
Editor: Ilham Arsyam
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved