Sosialisasi Operasi Keselamatan 2019, Satlantas Polres Tana Toraja Sasar Tukang Ojek

Satlantas Polres Tana Toraja sosialisasi Operasi Keselamatan 2019 kepada para pengendara ojek di Kecamatan Makale, Kabupaten Tana Toraja

Sosialisasi Operasi Keselamatan 2019, Satlantas Polres Tana Toraja Sasar Tukang Ojek
Humas Polres Tana Toraja
Satlantas Polres Tana Toraja sosialisasi Operasi Keselamatan 2019 kepada para pengendara ojek di Kecamatan Makale, Kabupaten Tana Toraja, Sulsel, Rabu (08/5/2019). 

TRIBUNTORAJA.COM, MAKALE - Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Tana Toraja sosialisasi Operasi Keselamatan 2019 kepada para pengendara ojek di Kecamatan Makale, Kabupaten Tana Toraja, Sulsel, Rabu (08/5/2019).

Ops keselamatan digelar tanggal 29 April 2019 sampai 12 Mei 2019.

Tujuan operasi tersebut senantiasa mengendepankan tindakan preemtif dan preventif, demi mewujudkan Kamseltibcar lantas yang promoter.

Baca: Petepete Tana Toraja Akan Disulap Menarik, Begini Tampilan Barunya

Baca: 4 Organisasi Mahasiswa Tana Toraja Serahkan Bantuan ke Korban Kebakaran

Baca: Pastikan Jamaah Aman, Polres Tana Toraja Turunkan 70 Personel

Ops Keselamatan tahun 2019 dilaksanakan pasca pesta demokrasi Pileg dan Pilpres serta memasuki bulan Ramadan bagi umat islam sekaligus memberikan penerangan tentang pentingnya Kamseltibcar lantas sebagai sebuah kebutuhan dasar.

Kanit Dikyasa, Aiptu Chairil T bersama Kanit Patroli Aiptu Azsary Elias melaksanakan kegiatan patroli dan sosialisasi materi Kamseltibcarlantas di pangkalan ojek Kota Makale.

Kasat Lantas, AKP Andi Tanri Abeng mengatakan masyarakat harus menyadari pentingnya keselamatan agar menjadi kebutuhan dasar dalam berkendara.

"Angka korban kecelakaan lalu lintas tahun 2018 yaitu 30 ribu jiwa, sebagai indikator angka tersebut lebih besar dari korban akibat bencana, tindak pidana, terorisme dan kecelakaan lainnya," ucap Tanri Abeng.

Lanjutnya, sehingga keselamatan berkendara seharusnya menjadi prioritas masyarakat Toraja.

Sasaran utama operasi keselamatan 2019 yaitu pengemudi di bawah umur, melawan arus, berboncengan lebih dari satu, tidak gunakan helm ber SNI, pengemudi mabuk karena narkoba atau miras.

Berkendara menggunakan handphone, melebihi batas kecepatan, tidak dilengkapi kaca spion, knalpot dan TNKB non standar serta kendaraan bermotor bak terbuka untuk angkut penumpang.

Laporan Wartawan TribunToraja.com, @cinnank17

Jangan Lupa Subscribe Channel Youtube Tribun Timur:

Follow juga Instagram Tribun Timur:

1
Penulis: Risnawati M
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved