Agen Travel Khawatir Aset Abu Tours Bakal Ikut Disita Negara Seperti Firts Travel

"Saya dengar aset Abu Tour kemungkinan besar akan seperti first Travel," kata Perwakilan Agen dan Mitra Abu Tours," Anugerah kepada Tribun.

Agen Travel Khawatir Aset Abu Tours Bakal Ikut Disita Negara Seperti Firts Travel
Hasan Basri/Tribun Timur
Perwakilan Agen dan Mitra Abu Tours, Anugerah sedang berkumpul dengan agen yang menjadi korban penipuan Abu Tours (Anugerah baju putih) 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR --  PT Amanah Bersama Ummat dan Travel (Abu Tours) telah dinyatakan pailit oleh Majelis Hakim Pengadilan Niaga Makassar.

Bos Abu Tours, Hamzah Mamba juga telah divonis bersalah 20 tahun penjara dan istrinya Nursyariah Mansyur divonis 19 tahun penjara.

Baca: Ini Menu Sahur dan Berbuka Ala Kandep Agama Pangkep

Baca: 7 Caleg Wajah Baru dan 4 Petahana di Dapil Makassar III Lolos ke Parlemen

Namun, vonis itu belum menjadi akhir cerita, karena 96 ribu calon jamaah biro perjalanan umrah serta agen dan mitra yang menjadi korban; belum  mendapatkan ganti rugi.

Calon jamaah dan agen Abu Tours justru khawatir aset yang disita oleh aparat penegak hukum bernilai miliaran rupiah, bakal diambil alih oleh negara seperti  kasus Firts Travel.

"Saya dengar aset Abu Tour kemungkinan besar akan seperti first Travel," kata Perwakilan Agen dan Mitra Abu Tours," Anugerah kepada Tribun, Rabu (08/05/2019).

Kekhawatiran agen dan jamaah ini muncul karena dalam kasus Abu Tours yang menyeret empat tersangka  juga mentersangkakan Korporasi  selaku nama  perusahan Abu Tours.

Perwakilan Agen dan Mitra Abu Tours, Anugerah sedang berkumpul dengan agen yang menjadi korban penipuan Abu Tours (Anugerah baju putih)
Perwakilan Agen dan Mitra Abu Tours, Anugerah sedang berkumpul dengan agen yang menjadi korban penipuan Abu Tours (Anugerah baju putih) (Hasan Basri/Tribun Timur)

"Korporasi hasil hukumannya  denda. Apalgi mau denda na pailit mi. Kemungkinan aset kita akan dijadikan alat denda dan denda jatuh lagi ke negara," ujarnya.

Sekedar diketahui Abu Tours diketahui nama  perusahaan  biro perjalanan haji dan umrah dan travel turut menjadi terdakwa dalam kasus penggelapan dan pencucian uang 96 ribu calon jamaah umrah.

Abu Tours didakwa   menelentarkan 96 ribu calon jamaah umrah. Kerugian dialami calon jamaah mencapai Rp 1,2 triliun.

Perusahan didakwa hukum pidana dengan Pasal 3 Undang-undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang pencegahan dan pemberantasan tindak pidana pencucian uang, serta Pasal 372 KUHP tentang penggelapan.  (*)

Jangan Lupa Subscribe Channel Youtube Tribun Timur:

Follow juga Instagram Tribun Timur:

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Perjalanan Kasus Pencucian Uang Mantan Ketua GNPF MUI Bachtiar Nasir", 

Penulis: Hasan Basri
Editor: Syamsul Bahri
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved