Polres Tolak Penangguhan Penahanan Dua Kadis Pemkab Gowa

Dua Kepala Dinas Pemkab yang ditahan tersebut adalah Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Andi Sura Suaib dan Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (

Polres Tolak Penangguhan Penahanan Dua Kadis Pemkab Gowa
ari maryadi/tribungowa.com
Wakapolres Gowa Kompol Muh Fajri Mustafa (tengah) didampingi Kasatreskrim Iptu Muh Rivai (kanan) dan Kasubbag Humas AKP M Tambunan ketika merilis penetapan tersangka di Halaman Mapolres Gowa, Sabtu (452019) lalu. 

TRIBUN-TIMUR.COM, SUNGGUMINASA - Polres Gowa menolak permohonan penangguhan penahanan terhadap dua kepala dinas Pemerintah Kabupaten Gowa.

Dua Kepala Dinas Pemkab yang ditahan tersebut adalah Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Andi Sura Suaib dan Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Fajaruddin.

"Permohonan ada, kami belum acc," kata Kapolres Gowa AKBP Shinto Silitonga ketika dikonfirmasi, Selasa (7/5/2019).

Baca: Rapat Pembahasan Dugaan Pelanggaran Pemilu di Mamasa Tertunda

Baca: Ini Menu Andalan Ketua DPRD Gowa Saat Berbuka

Shinto tidak menyebutkan alasan penolakan penangguhan penahanan ini. Perwira polisi dua melati ini hanya menyebut, ada mekanisme yang harus dilakukan.

"Tentu ada mekanismenya, nanti akan diinformasikan ya," imbuh Shinto Silitonga.

Diketahui, Andi Sura Suaib dan Fajaruddin dikenakan persangkaan pasal 263 KUHP tentang Pemalsuan, Pasal 372 KUHP tentang Penggelapan, dan 378 KUHP tentang Penipuan.

Keduanya ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara pembangunan Kota Idaman Kecamatan Pattalassang Kabupaten Gowa.

Polisi menyebut dua mantan camat Pattallassang ini ikut melegalisasi dan menandatangi dokumen yang digunakan PT. SIP untuk melakukan transaksi dengan pihak Forkopimda Kabupaten Gowa.

Sementara itu Kuasa Hukum Dua Kadis ini, Yusuf Gunco mengatakan pihaknya telah mengajukan penangguhan penahanan kepada Polres Gowa.

Yusuf mengatakan, kliennya memiliki hak mengenai penangguhan penahanan ini. Apalagi, kata Yusuf, keduanya adalah seorang kepala dinas yang tidak mungkin melarikan diri.

Baca: Dua Kontroversi Ustaz Bachtiar Nasir Sebelum Ditetapkan Jadi Tersangka Kasus Pencucian Uang Rp 3,8 M

Halaman
12
Penulis: Ari Maryadi
Editor: Ansar
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved