ACT Edukasi Warga Makassar untuk Peduli Palestina Lewat Mural

Markom ACT Sulsel Mustafa berharap, mural itu dapat menarik empati masyarakat Makassar untuk membantu warga Palestina.

ACT Edukasi Warga Makassar untuk Peduli Palestina Lewat Mural
handover
Aksi Cepat Tanggap (ACT) mengedukasi masyarakat agar peduli terhadap warga Palestina melalui gambar mural di dinding rumah warga Jl Talasalapang 2, Makassar. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Aksi Cepat Tanggap (ACT) mengedukasi masyarakat agar peduli terhadap warga Palestina melalui gambar Mural di dinding rumah warga Jl Talasalapang 2, Makassar.

Markom ACT Sulsel Mustafa berharap, Mural itu dapat menarik empati masyarakat Makassar untuk membantu warga Palestina.

“Kita telah mengirim10 ribu ton beras ke Palestina. Bantuan itu merupakan donasi dari berbagai daerah di Indonesia, termasuk Sulsel,” kata Mustafa kepada Tribun, Senin (06/05).

Dia menambahkan, ACT juga mendirikan dapur umum permanen dan gudang bantuan yang diberi nama Indonesia Humanitarian Center (IHC).

Baca: ACT Kirimkan 60 Ton Bantuan untuk Korban Banjir Bengkulu

Baca: ACT Luncurkan Program Marhaban Yaa Dermawan, Banyak Bantuan Selama Ramadan di Palu

Aksi Cepat Tanggap (ACT) mengedukasi masyarakat agar peduli terhadap warga Palestina melalui gambar mural di dinding rumah warga Jl Talasalapang 2, Makassar.
Aksi Cepat Tanggap (ACT) mengedukasi masyarakat agar peduli terhadap warga Palestina melalui gambar mural di dinding rumah warga Jl Talasalapang 2, Makassar. (handover)

Baca: Distribusi Bantuan ACT Terhenti di Desa Namo, Masih 8 Titik Longsor Tutupi Jalan Menuju Kulawi

Baca: Jelang Ramadan, ACT Salurkan Ratusan Paket Bantuan untuk Korban Banjir Desa Bangga Sulteng

Gudang IHC Gaza diisi oleh logistik untuk persiapan pendistribusian 3.000 paket pangan.

Pembukaan IHC Gaza juga menjadi upaya keberlangsungan ketahanan pangan masyarakat Gaza.

“Dapur Umum Indonesia menyediakan makanan siap santap untuk mendukung gizi anak-anak sekolah, sebagaimana diketahui, banyak anak di Gaza yang berangkat sekolah tanpa sarapan. Sedangkan IHC menjadi program yang lebih utuh melingkupi kebutuhan keluarga,” jelas Andy Noor Faradiba dari tim Global Humanity Response (GHR)-ACT.(*)

Editor: Mahyuddin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved