2 Kali Menang di Pilgub Sulsel, Syahrul Yasin Limpo Kini Dikalahkan Istri Bupati di Pileg

Dua kali menang di Pilgub Sulsel, Syahrul Yasin Limpo kini dikalahkan istri bupati di Pileg. Kakak dan anaknya juga tumbang.

2 Kali Menang di Pilgub Sulsel, Syahrul Yasin Limpo Kini Dikalahkan Istri Bupati di Pileg
TRIBUN TIMUR/MUHAMMAD ABDIWAN
Syahrul Yasin Limpo menangis saat Rapat Paripurna Rekomendasi Dewan Perwakilan Daerah (DPRD) Provinsi Sulawesi Selatan atas Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Akhir Masa Jabatan (LKPJ-AMJ) Gubernur Sulsel Tahun 2013-2018, di Kantor DPRD Sulsel, Makassar, Sulsel, Selasa (6/2/2019). 

TRIBUN-TIMUR.COM - Dua kali menang di Pilgub Sulsel, Syahrul Yasin Limpo kini dikalahkan istri bupati di Pileg.

Kakak dan anaknya juga tumbang.

Penghitungan suara untuk pemilihan calon anggota DPR RI Daerah Pemilihan ( Dapil) Sulawesi Selatan (Sulsel) II telah rampung di level kecamatan.

Dapil Sulsel II meliputi Kabupaten Maros, Pangkep, Barru, Parepare, Soppeng, Wajo, Bone, Sinjai, dan Bulukumba.

Saat ini, KPU Kabupaten Bone dan Barru sementara menyelesaikan rapat pleno penetapan untuk suara tingkat kabupaten.

Berdasarkan data sementara dari dapil tersebut, partai yang berpeluang besar mendapat kursi di DPR RI, yakni PKB, Gerindra, PDIP, Partai Golkar, Partai Nasdem, PPP, PAN dan PKS.

Partai Demokrat tersingkir dari pertarungan di Dapil ini.

Legislator DPR RI dari Partai Demokrat, Nasyit Umar, pun dipastikan gagal ke Senayan.

Petahana yang meraih suara tertinggi di Dapil ini adalah Andi Iwan Darmawan Aras.

Andi Iwan mengklaim mempertahankan kursi Partai Gerindra dengan suara pribadi sebanyak 84.703.

"Alhamdulillah, kami masih bisa menjadi peraih suara terbanyak di tengah pertarungan yang sangat keras," kata Andi Iwan Darmawan Aras kepada Tribun Timur, Minggu (5/5/2019).

Iwan Darmawan Aras mengakui pertarungan di Dapil Sulsel II pada Pileg 2019 sangat sengit karena bertabur‘ bintang’ politik.

"Kita bersyukur karena masyarakat masih mempercayai Gerindra dan saya untuk mewakili mereka," katanya.

Para bintang politik dimaksud Andi Iwan di antaranya mantan Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo, Aziz Qhahar Mudzakkar (mantan anggota DPD RI), Akbar Faizal (petahana dari Partai Nasdem), Syamsul Bachri (petahana dari Partai Golkar), Andi Yagkin Padjalangi (mantan legislator DPRD Sulsel, mantan Bupati Sinjai Andi Rudiyanto Asapa.

Namun berdasarkan data sementara yang diperoleh Tribun Timur dari situng KPU dan klaim suara dari sejumlah caleg DPR RI dapil Sulsel II, tampaknya para bintang politik tersebut hampir pasti gagal ke Senayan.

Pasalnya perolehan suaranya tidak mencukupi atau sebagian lainnya masih kalah banyak dari pemenang.

Meski Andi Iwan dari Gerindra menjadi pemenang secara pribadi, tapi pemenang secara partai adalah Golkar.

Suara Partai Golkar menembus 400 ribu suara.

Sehingga, Partai Golkar mengklaim berpeluang kuat meloloskan dua wakilnya yakni Andi Rio Padjalangi dan Supriansa.

Supriansa yang juga mantan Wakil Bupati Soppeng ini mengklaim mendapatkan 54.676 suara di Partai Golkar.

Andi Rio Idris Padjalangi meraih suara pribadi sebanyak 71.414 suara.

Pendatang baru dari Partai Nasdem Hasnah Syam mendapatkan suara 51.816.

Politisi PAN, Andi Yuliani Paris mendapatkan 56.720 suara.

Politisi PDIP, Syamsu Niang mendapatkan suara 48.392.

Ketua DPW PPP Sulsel, Muhammad Aras mendapatkan suara 39.854.

Korwil DPP PKS, Andi Akmal Pasluddin meraih suara sebanyak 66.329 suara.

Andi Akmal Pasluddin belum mau berbicara banyak.

"Insya Allah, semoga saja yah," kata Andi Akmal Pasluddin, Minggu kemarin.

Ia mengatakan, dirinya masih menunggu rekapitulasi di Kabupaten Bone dan Barru.

"Lagi nunggu rekap KPU Bone dan Barru tapi rekap kecamatan sudah ada," katanya.

Sementara itu, PKB mengunci pada kursi kesembilan.

Andi Muawiyah Ramly sebagai pemenang dengan suara 34.479 suara mewakili PKB.

Wakil Ketua DPW PKB Zulfikar Limolang juga sudah menyebut jauh hari sebelumnya Andi Muawiyah Ramly mendapatkan kursi terakhir di Dapil Sulsel II.

"Selamat untuk Andi Muawiyah Ramly karena memastikan 1 kursi PKB di dapil Sulsel II," katanya.

PKB memecahkan rekor karena untuk pertama kalinya bisa mendudukkan wakil di DPR RI dari Sulsel.

Keluarga Bupati Tumbangkan Klan Yasin Limpo

Klan Yasin Limpo tumbang di Pemilu 2019 untuk kursi DPR RI.

Ada 3 yang bertarung memperebutkan kursi dan semuanya melalui Partai Nasdem.

Syahrul Yasin Limpo melalui Dapil Sulsel II.

Tenri Olle Yasin Limpo melalui Dapil Sulsel I (Makassar, Gowa, Takalar, Jeneponto, Bantaeng, Selayar).

Indira Chunda Thita Syahrul Yasin Limpo juga melalui Dapil Sulsel I.

Syahrul Yasin Limpo adalah adik Tenri Olle Yasin Limpo, sedangkan Indira Chunda Thita adalah putri Syahrul Yasin Limpo.

Syahrul Yasin Limpo 2 periode menjabat Gubernur Sulsel.

Satu periode menjabat Wakil Gubernur Sulsel.

Dua periode menjabat Bupati Gowa.

Dia telah 2 kali terpilih melalui pemilihan langsung, yakni saat mencalonkan diri sebagai Gubernur Sulsel.

Pada Pilgub Sulsel tahun 2007, Syahrul Yasin Limpo yang berpasangan dengan Agus Arifin Nu'mang meraih 1.432.572 suara dari 23 kabupaten dan kota (39,53%).

Pada Pilgub Sulsel tahun 2013, Syahrul Yasin Limpo yang kembali berpasangan dengan Agus Arifin Nu'mang meraih 2.251.407 suara dari 24 kabupaten dan kota (52,42%).

Syahrul Yasin Limpo juga pernah menjabat menjabat Ketua DPD I Partai Golkar Sulsel.

Semasa Syahrul Yasin Limpo menjabat Ketua DPD I, Partai Golkar menang di Sulsel.

Sementara, Tenri Olle Yasin Limpo pernah menjabat anggota DPRD Sulsel periode 2009 - 2014 dan 2014 - 2019.

Dia juga mantan Ketua DPRD Gowa.

Pada tahun 2015, Tenri Olle Yasin Limpo mencalonkan dirinya sebagai Bupati Gowa untuk menggantikan adiknya, Ichsan Yasin Limpo.

Namun, langkah Tenri Olle Yasin Limpo gagal dan dikalahkan ponakannya sekaligus putra dari Ichsan Yasin Limpo, Adnan Purichta Ichsan Yasin Limpo.

Dia hanya memperoleh 95 ribu suara di Gowa.

Lain lagi dengan Indira Chunda Thita Syahrul Yasin Limpo.

Dia 2 kali atau 2 periode terpilih menjabat anggota DPR RI melalui Partai Amanat Nasional dari Dapil Sulsel I.

Saat itu, Indira Chunda Thita Syahrul Yasin Limpo diuntungkan oleh posisi ayahnya sebagai Gubernur Sulsel.

Langkah Indira Chunda Thita Syahrul Yasin Limpo dan Tenri Olle Yasin Limpo untuk duduk di "Senayan" kini terjegal oleh perolehan suara rival.

Di Partai Nasdem Dapil Sulsel I, peraih suara terbanyak adalah M Rapsel Ali, saudara Bupati Selayar M Basli Ali.

Selayar masuk dalam Dapil Sulsel I.

Sementara, langkah Syahrul Yasin Limpo juga terjegal oleh suara istri Bupati Barru Suardi Saleh, Hasnah Syam yang juga lebih banyak.

Barru masuk dalam Dapil Sulsel II.

Di Dapil Sulsel II dari Partai Nasdem juga ada Luthfi Halide, besan Syahrul Yasin Limpo.

Luthfi Halide adalah mantan calon Bupati Soppeng (Dapil Sulsel II).

Yang berpeluang besar terpilih dari Dapil Sulsel I dan II Partai Nasdem adalah kerabat Bupati Selayar dan Barru, kendati Syahrul Yasin Limpo, Indira Chunda Thita Syahrul Yasin Limpo, dan Tenri Olle Yasin Limpo juga kerabat Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan Yasin Limpo.

Gowa masuk dalam Dapil Sulsel I.

Rival Syahrul Yasin Limpo di Pilgub Juga Berpeluang Tumbang

Dua tokoh yang menjadi rival Syahrul Yasin Limpo pada Pilgub Sulsel kembali menjadi rival pada Pemilu 2019 di Dapil Sulsel II.

Keduanya adalah Aziz Qahhar Mudzakkar dan Andi Rudiyanto Asapa.

Aziz Qahhar Mudzakkar adalah mantan anggota DPD RI asal Sulsel selama 3 periode (200-2009, 2009-2014, dan 2014-2019),

Selama mencalonkan diri sebagai anggota DPD RI, Aziz Qahhar Mudzakkar selalu berada di urutan pertama peraih suara terbanyak di antara para calon anggota DPD asal Sulsel.

Suaranya jutaan.

Pada Pemilu 2019, Aziz Qahhar Mudzakkar menjadi calon anggota DPR RI melalui Partai Amanat Nasional Dapil Sulsel II.

Namun, langkahnya menuju kembali ke "Senayan" sepertinya berat.

Suaranya dikabarkan dikalahkan petahana Andi Yuliani Paris.

Jika betul gagal, ini bukan kegagalan pertama putra pendiri Tentara Islam Indonesia Abdul Qahhar Mudzakkar tersebut di Pemilu.

Aziz Qahhar Mudzakkar 3 kali mencalonkan diri di Pilgub Sulsel.

Di Pilgub Sulsel tahun 2007 atau Pilgub Sulsel pertama secara langsung, dia mencalonkan diri sebagai gubernur.

Namun, suaranya hanya 786.792 atau 21,71%.

Surat suara Pilgub Sulsel tahun 2007.
Surat suara Pilgub Sulsel tahun 2007. (DOK KPU VIA WIKIPEDIA.ORG)

Lalu, di Pilgub Sulsel tahun 2013, Aziz Qahhar Mudzakkar mencalonkan diri sebagai wakil gubernur, namun suaraya hanya 1.785.580 atau 41,57%.

Pada saat itu, Andi Rudiyanto Asapa sekaligus mantan Bupati Sinjai (Dapil Sulsel II) juga mencalonkan diri sebagai gubernur.

Namun, suara Andi Rudiyanto Asapa hanya 257.973 atau 6,01%.

Surat suara Pilgub Sulsel tahun 2013.
Surat suara Pilgub Sulsel tahun 2013. (DOK KPU VIA WIKIPEDIA.ORG)

Pada kontestasi politik tahun 2007 dan 2013, suara Aziz Qahhar Mudzakkar dikalahkan suara Syahrul Yasin Limpo yang menjadi pemenang konstestasi pada saat itu.

Lalu, di Pilgub Sulsel tahun 2017,  Aziz Qahhar Mudzakkar mencalonkan diri lagi sebagai wakil gubernur, namun suaranya hanya 1.153.814 atau 27.36%.

Hasil quick count Pilgub Sulsel tahun 2018.
Hasil quick count Pilgub Sulsel tahun 2018. (KOMPAS.COM)

Pilgub Sulsel 2018 dimenangkan pasangan Nurdin Abdullah dan Andi Sudirman Sulaiman.(*)

Editor: Edi Sumardi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved