Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Tribun Wiki

TRIBUNWIKI: Deddy Mizwar Kembali Perankan Bang Jack di Para Pencari Tuhan, Ini Profilnya

Masa kecil Deddy hidup di tengah-tengah masyarakat etnis Betawi yang bernuansa religius.

Penulis: Desi Triana Aswan | Editor: Ina Maharani
Deddy Mizwar 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR- Karakter Bang Jack merupakan salah satu tokoh utama yang ada di sinetron religi Para Pencari Tuhan.

Bang Jack diperankan oleh artis kenamaan Deddy Mizwar.

Seperti diketahui 11 tahun berjalan, sosok Deddy Mizwar sebagai bang Jack tak tergantikan.

Hingga pada edisi di tahun ke-12, bang Jack masih tetap diperankan oleh Deddy.

Baca: TRIBUNWIKI: Para Pencari Tuhan Jilid 12 Tayang di SCTV, Ini Ulasan Sinetronya, Mulai Jilid 1-11

Lantas bagaimana perjalanan Deddy Mizwar dalam menitih karier?

Dilansir dari wikipedia, H Deddy Mizwar, S Sn, SE, M I Pol lahir di Jakarta, Indonesia, 5 Maret 1955.

Ia adalah Wakil Gubernur Jawa Barat periode 2013–2018.

Ia juga merupakan seorang aktor senior dan sutradara Indonesia.

Kehidupan awal

Ayahnya, H. Adrian Andres adalah keturunan Belanda-Betawi, sedangkan Ibunya Sun’ah keturunan Bugis-Betawi.

Kedua orangtuanya menikah pada 1948 dan dikaruniai tujuh orang anak, satu diantaranya meninggal secara prematur.

Deddy adalah anak keempat dari enam bersaudara yang masih hidup.

Masa kecil Deddy hidup di tengah-tengah masyarakat etnis Betawi yang bernuansa religius.

Setiap hari dirinya selalu mengikuti kegiatan mengaji sebuah surau yang tenang dan sejuk.

Hal itulah yang mengilhami dirinya membuat film bernuansa religi dengan segala kesederhanaannya.

Bakat akting Deddy sudah terlihat sejak kecil, tetapi hal tersebut semakin terlihat ketika dirinya sudah dewasa.

Kepandaian Deddy dalam dunia seni peran tak terlepas dari peran ibunya yang berlatar belakang seni dan pernah menjadi pemimpin sebuah sanggar seni Betawi.

Deddy sempat menempuh pendidikan asisten apoteker (farmasi) dan menempuh pendidikan di Lembaga Pendidikan Kesenian Jakarta (LPKJ) yang sekarang bernama Institut Kesenian Jakarta (IKJ).

Karier

Deddy sempat bekerja sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Dinas Kesehatan DKI Jakarta, hanya sempat bertahan selama 2 tahun bekerja sebelum akhirnya mengundurkan diri.

Dunia seni peran ternyata lebih menggoda dirinya untuk berkreasi, ketimbang harus bekerja secara formal di kantoran.

Deddy lebih memilih mengasah bakatnya dalam dunia seni peran dengan bergabung di Teater Remaja Jakarta sejak 1973.

Film

Memulai karier dari usia 19 tahun, Deddy memulai debutnya dalam film Gaun Pengantin (1974).

Perannya dalam film Naga Bonar yang dirilis tahun 1987, meroketkan nama Deddy di dunia film Indonesia.

Dalam film tersebut, Deddy berperan sebagai Jenderal Naga Bonar.

Film ini kemudian dibuatkan sekuel Nagabonar Jadi 2 pada tahun 2007.

Seiring dengan perjalanan waktu, pilihan hidupnya ternyata sangat tepat.

Kariernya dalam dunia sinematografi semakin melesat.

Penghargaan demi penghargaan terus diraihnya sebagai bukti keberadaannya dalam bidang yang digelutinya tersebut.

Terbukti dengan diraihnya 4 Piala Citra sekaligus dalam Festival Film Indonesia 1986 dan 1987.

Beberapa penghargaannya tersebut diantaranya adalah sebagai Pemeran Utama Pria Terbaik FFI 1986 dalam film Arie Hanggara.

Pemeran Pembantu Pria Terbaik FFI 1986 dalam film Opera Jakarta (1986), Pemeran Utama Pria Terbaik FFI 1987 dalam film Naga Bonar dan Pemeran Pembantu Pria Terbaik FFI 1987 dalam film Kuberikan Segalanya.

Aktor kawakan berdarah Betawi ini juga pernah menjadi nominator dalam Festival Film Indonesia sebanyak 9 kali, yaitu dalam film: Bukan Impian Semusim (FFI 1982), Sunan Kalijaga (FFI 1984), Saat-Saat Kau Berbaring di Dadaku (FFI 1985), Kerikil-Kerikil Tajam (FFI 1985), Kejarlah Daku Kau Kutangkap (FFI 1986), Ayahku (FFI 1988), Putihnya Duka Kelabunya Bahagia (FFI 1989), Dua dari Tiga Lelaki (FFI 1990) dan Jangan Renggut Cintaku (FFI 1990).

Sejak 1997, ia mendirikan rumah produksinya sendiri, PT Demi Gisela Citra Sinema, dengan produksi pertama serial televisi Mat Angin, disusul kemudian dengan serial Ramadan Lorong Waktu (6 musim), Demi Masa, Kiamat Sudah Dekat (film dan serial televisi), film Ketika, film Nagabonar Jadi 2, serial televisi Para Pencari Tuhan, dan terakhir film Identitas yang meraih Piala Citra sebagai film terbaik di Festival Film Indonesia 2009.

Di semua judul itu, Deddy Mizwar bertindak selaku produser sekaligus aktor dan sutradaranya.

Sinetron dan film produksi Citra Sinema dikenal konsisten mengandung muatan religi dan komedi, meski beberapa judul bergenre drama, misalnya serial televisi Adillah (RCTI), Rinduku CintaMu (SCTV), dan Gerbang Penantian (Lativi).

Politik

Pada tahun 2012 Deddy memutuskan terjun ke dalam dunia politik, mencalonkan diri sebagai Wakil Gubernur Jawa Barat dalam Pilkada Jabar 2013, mendampingi gubernur petahana Ahmad Heryawan.

Kedua pasangan ini mendapat dukungan dari beberapa partai besar yaitu PKS, PPP, Hanura dan PBB.

Dari hasil penghitungan cepat (quick count) sejumlah lembaga survei, pasangan Heryawan dan Deddy dinyatakan menang satu putaran.

Akhirnya pada tanggal 3 Maret 2013 pasangan Cagub-Cawagub nomor 4 Aher-Demiz ditetapkan menjadi pemenang Pilgub Jabar dan akan memimpin Jawa Barat selama periode 2013-2018.

Pasangan ini meraih 6.515.313 suara atau sekitar 32 persen dari suara sah dari 26 Kabupaten/Kota di Jawa Barat.

Pada tanggal 13 Juni 2013 Deddy Mizwar resmi menjabat sebagai Wakil Gubernur Jawa Barat periode 2013-2018.

Ia dilantik di Gedung Merdeka Bandung bersama Gubernur Jawa Barat terpilih Ahmad Heryawan.

Setelah menyelesaikan satu periode masa jabatannya, Deddy kemudian maju sebagai calon gubernur dalam Pilkada Jawa Barat 2018. Pada pencalonan ini, Deddy Mizwar berpasangan dengan Dedi Mulyadi dari Partai Golongan Karya (Golkar).

Duet Deddy-Dedi diusung Partai Demokrat dan Partai Golkar. Total kursi koalisi parpol ini berjumlah 29, atau sudah mencukupi persyaratan calon sebanyak 20 kursi.

Dari hasil hitung cepat dan hitung resmi yang dilakukan oleh Komisi Pemilihan Umum,[10] Pasangan Deddy-Dedi menempati urutan ke-3 dengan presentase 25.7% suara.

Kehidupan pribadi

Deddy Mizwar menikah dengan R Giselawati Wiranegara pada 13 Agustus 1986.

Dari hasil pernikahan tersebut, keduanya dikaruniai seorang putri bernama Senandung Nacita (pernah terpilih sebagai pasangan Abang None Jakarta 2009) dan seorang putra bernama Zulfikar Rakita Dewa (kini bekerja sebagai perwira di sebuah kesatuan TNI Angkatan Darat dan sudah menikah dengan Nefita Nurrahmi Effendy).

Tentang Deddy Mizwar:

Nama: Deddy Mizwar

Instagram: @deddy_mizwar

Lahir: Jakarta, 5 Maret 1955

Kebangsaan: Indonesia

Partai politik: Democratic Party (Indonesia).svg Partai Demokrat (sejak 2017)

Pasangan: R. Giselawati Wiranegara (k. 1986)

Anak: Senandung Nacita

Lettu Inf. Zulfikar Rakita Dewa

Orang tua: Adrian Andres dan Sun’ah

Pekerjaan: Aktor (sejak 1974)
Sutradara (sejak 1986)

Pendidikan

  1. Sekolah Asisten Apoteker (Farmasi)
  2. Lembaga Pendidikan Kesenian Jakarta (LPKJ) / Institut Kesenian Jakarta (IKJ) (Tidak Selesai)

Karier

  1. Pegawai Dinas Kesehatan DKI Jakarta
  2. Ketua Badan Pertimbangan Perfilman Nasional periode 2006-2009
  3. Wakil Gubernur Jawa Barat, 2013-2018

Daftar Karya Film

  1. Cinta Abadi (1976)
  2. Ach Yang Benerrr (1979)
  3. Bukan Impian Semusim (1982) Sebagai Adri
  4. - Sunan Kalijaga (1984) Sebagai Raden Mas Sahid / Sunan Kalijaga
  5. - Hati yang Perawan (1984)
  6. - Hatiku Bukan Pualam (1985)
  7. - Sunan Kalijaga & Syech Siti Jenar (1985) Sunan Kalijaga
  8. - Saat-Saat Kau Berbaring Di Dadaku (1985)
  9. - Menumpas Teroris (1986)
  10. - Opera Jakarta (1986)
  11. - Arie Hanggara (1986)
  12. - Kejarlah Daku Kau Kutangkap (1986)
  13. - Kuberikan Segalanya (1987)
  14. - Naga Bonar (1987) Jenderal Naga Bonar
  15. - Kerikil-Kerikil Tajam (1987)
  16. - Cintaku di Rumah Susun (1987)
  17. - Bilur-Bilur Penyesalan (1987)
  18. - Ayahku (1987)
  19. - Irisan-Irisan Hati (1988)
  20. - Bayi Tabung (1988)
  21. - Putihnya Duka Kelabunya Bahagia (1989)
  22. - Jangan Renggut Cintaku (1990)
  23. - Satu Mawar Tiga Duri (1990)
  24. - Jual Tampang (1990)
  25. - Kepingin sih kepingin (1990)...Arkadi
  26. - Gema Kampus 66 (1991)
  27. - Nada dan Dakwah (1991) ... KH. Murad
  28. - Ketika (2005)... Tajir Saldono
  29. - Kiamat Sudah Dekat (2003)* ... H. Romli
  30. - Naga Bonar (Jadi) 2 (2007)* ... Nagar Bonar
  31. - Ketika Cinta Bertasbih (2009) ... KH. Luthfi Hakim
  32. - Ketika Cinta Bertasbih 2 (2009) ... KH. Luthfi Hakim
  33. - Cinta 2 Hati (2010)
  34. - Bebek Belur (2010)
  35. - Alangkah Lucunya (Negeri Ini) (2010)*
  36. - Pengantin Cinta (2010)
  37. - Kentut (2011)
  38. - Kau Bukan Tuhanku Lagi Allah SWT (2012)

Sutradara Sinetron

- Hikayat Pengembara (serial TV setiap sahur pada Bulan Ramadhan)
- Lorong Waktu 1-6 Sebagai H. Husin
- Demi Masa
- Kiamat Sudah Dekat Sebagai H. Romli
- Para Pencari Tuhan seri 1-4(2007-2010)* Sebagai Bang Jack (H. Ahmad Zakaria)

Penghargaan

- Pemeran Pria Terbaik FFI dalam Arie Hanggara (1986)
- Pemeran Pembantu Pria Terbaik FFI dalam Opera Jakarta (1986)
- Pemeran Pria Terbaik FFI dalam Naga Bonar (1987)
- Pemeran Pembantu Pria Terbaik FFI dalam Kuberikan Segalanya (1987)
- Pemeran Pembantu Pria Piala Terbaik Piala Vidia FSI dalam Vonis Kepagian (1996)
- Pemeran Pria Terbaik dan Sutradara Terbaik sekaligus Sinetron Terbaik FSI dalam Mat Angin (1999)
- Pemeran Pria Terbaik FFI dalam Naga Bonar Jadi 2 (2007)

Sumber foto: Reni Susanti (kompas)
Berita olah sendiri

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved