Satgas Pangan Polres Bone Pantau Harga di Pasar Sentral Palakka

Dalam rilisnya kepada tribunbone.com, Kanit Ekonomi Ipda Dodie Ramaputra mengakatakan, monitoring harga pangan jelang Ramadan

Satgas Pangan Polres Bone Pantau Harga di Pasar Sentral Palakka
justang/tribunbone.com
Kanit Ekonomi Polres Bone Ipda Dodie Ramaputra memimpin monitoring harga pangan jelang ramadan di Pasar Palakka Bone 

TRIBUNBONE.COM, WATAMPONE - Menjelang bulan suci Ramadan Satgas Pangan Polres Bone melakukan monitoring ke Pasar Sentral Palakka, Kecamatan Tanete Riattang Barat, Kabupaten Bone.

Pasar Palakka merupakan pasar tradisional yang paling besar di Bumi Arung Palakka, Bone.

Dalam rilisnya kepada tribunbone.com, Kanit Ekonomi Ipda Dodie Ramaputra mengakatakan, monitoring harga pangan jelang Ramadan di pasar untuk memastikan ketersediaan stok pangan di Kabupaten Bone.

Hasil yang dicapai, kata Dodie, pihaknya menemukan beberapa komoditi pangan mengalami kenaikan seperti telur, ayam, cabai merah, cabai rawit, namun kenaikannya masih wajar menjelang bulan ramadhan.

"Yang mengalami kenaikan yang cukup signifikan adalah bawang putih mencapai harga 50 ribu. Untuk komoditi lain seperti beras, kedelai, jagung, gula, daging, ikan, dan lain lain tetap stabil," kata Dodie dalam rilisnya, Minggu (5/5/2019).

Lanjut dia mengatakan, penyebab terjadinya lonjakan harga bawang putih secara umum memang naik namun khususnya di Kabupaten Bone memperoleh pasokan dari Kabupaten lain yaitu Enrekang dan Gowa.

"Sehingga di sini sangat tergantung suplai dari 2 kabupaten tersebut,
Selain itu faktor cuaca curah hujan yang cukup tinggi sangan mempengaruhi produktifitas petani bawang putih, sehingga menyebabkan berkurangnya stok bawang putih."ucapnya.

Selanjutnya, masih kata, Dodie langkah antisipa dengan adanya temuan kenaikan harga pagan itu, selaku Satgas Pangan Polres Bone akan berkoodinasi dengan stakeholder terkait yakni Dinas Perdagangan, Pertanian, Peternakan, dan Bulog, untuk menelusuri penyebab terjadinya lonjakan harga tersebut.

"Mulai dari harga di pentani atau peternak, pedagang, sampai pada konsumen. Agar stabilitas harga harga pangan dalam bulan Ramadhan ini bisa terjaga dengan baik."tuturnya.

Sementara, salah satu pedang ditemui di Pasar Tradisional Palakka, M.Yunus, mengungkapkan, kenaikan harga bahan dapur bawang putih itu sudah terjadi sejak awal April.

"Tidak langsung naik, perlahan-lahan itu naik karena stok kurang trus banyak permintaan, kita jual harga mahal karena kita juga ambilnya mahal."tutupnya. (TribunBone.com).

Laporan Wartawan TribunBone.com @juzanmuhammad

Penulis: Justang Muhammad
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved