Delapan Desa Bakal Tenggelam di Gowa, Simak Penyebabnya

Empat desa di Kecamatan Bungaya, yaitu Desa Bissoloro, Desa Bontomanai, Desa Mangempang dan Desa Ranaloe.

Delapan Desa Bakal Tenggelam di Gowa, Simak Penyebabnya
TRIBUN TIMUR/ARI MARYADI
Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan. (Foto Ari Maryadi Tribun Gowa) 

Sebelumnya, Pemkab Gowa terus aktif melakukan sosialisasi kepada warga yang tinggal di area rencana pembangunan lahan Bendungan Jenelata.

Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan mengatakan pemerintah telah menyiapkan anggaran pembebasan lahan sebesar Rp460 Miliar dengan harapan dapat segera diserap berkaitan dengan pembebasan lahan.

Ia juga meminta masyarakat tidak menjual lahan atau tanahnya kepada pihak lain selain pemerintah terkait rencana pembebasan lahan ini.

"Persoalan pembebasan lahan untuk pembangunan Bendungan Je'nelata ini saya meminta agar warga Manuju jangan menjual tanahnya kepada orang lain selain pemerintah," kata Adnan.

Baca: 7 Menu Buka Puasa yang Sehat, Tak Sekadar Menghilangkan Haus dan Lapar

Bahkan ia pun berharap masyarakat setempat tidak mudah terbujuk untuk menjual tanah mereka lebih awal.

"Yakinlah pemerintah akan membeli lahan atau tanah bapak ibu yang akan jadi wilayah pembangunan bendungan dengan harga yang wajar. Apalagi, saat ini sedang dilakukan transaksi oleh pihak appresial untuk menentukan harga tanah," tegasnya.

Pemkab Gowa nantinya akan bekerjasama dengan BPN dan Kepolisian untuk menghitung kelayakan harga tanah masyarakat yang terkena pembangunan bendungan.

Pembangunan Bendungan Jenelata diwujudkan sebagai upaya untuk mereduksi banjir di wilayah Kabupaten Gowa. Pembangunan bendungan ini dilakukan oleh Kementerian PUPR melalui Balai Besar Wilayah Sungai Pompengan Jeneberang.

Bendungan ini ditargetkan rampung pada 2022 mendatang. Kapasitas tampung volume waduk 246 juta meter kubik (m2) atau dibawah dari pada Bendungan Bili-bili sebesar 370 juta m2.

Tak hanya itu, bendungan ini akan memberikan suplay di 3 daerah irigasi atau sebesar 23.690 Ha sehingga membantu suplay air dari Bendungan Bili-bili. 

Tak hanya itu, bendungan ini selain menjadi waduk penampungan air juga akan memberikan pelayanan air baku sebesar 7,8 m2 per detik atau dapat melayani permintaan air baku ke 7,8 juta jiwa. Juga bisa menjadi potensi pembangkit tenaga listrik 0,4 megawhaat (MW). 

Laporan Wartawan Tribun Timur @bungari95

Jangan Lupa Subscribe Channel Youtube Tribun Timur:

Follow juga Instagram Tribun Timur:

Penulis: Ari Maryadi
Editor: Ansar
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved