Delapan Desa Bakal Tenggelam di Gowa, Simak Penyebabnya

Empat desa di Kecamatan Bungaya, yaitu Desa Bissoloro, Desa Bontomanai, Desa Mangempang dan Desa Ranaloe.

Delapan Desa Bakal Tenggelam di Gowa, Simak Penyebabnya
TRIBUN TIMUR/ARI MARYADI
Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan. (Foto Ari Maryadi Tribun Gowa) 

TRIBUN-TIMUR.COM, SUNGGUMINASA - Balai Besar Wilayah Sungai Pompengang telah selesai melakukan studi lapangan soal pembangunan Bendungan Jenelata di Kabupaten Gowa.

Hasilnya sebanyak delapan desa bakal ditenggelamkan untuk pembebasan lahan bendungan pereduksi banjir ini. Delapan desa tersebut tersebar di dua kecamatan.

Empat desa di Kecamatan Bungaya, yaitu Desa Bissoloro, Desa Bontomanai, Desa Mangempang dan Desa Ranaloe.

Sementara untuk Kecamatan Manuju adalah Desa Tanah Karaeng, Desa Moncongloe, Desa Pattallikang, dan Desa Bilalang.

Baca: 8 Remaja di Selayar Ditangkap Polisi, Simak Penyebabnya!

Baca: VIDEO: Pembongkaran Jembatan Lama Belokallong Jeneponto

Kepala Dinas Permukiman, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Perkimta) Kabupaten Gowa Abdullah Sirajuddin mengatakan, jumlah ini bertambah dari perkiraan sebelumnya.

Menurut Abdullah, perkiraan awal hanya mengenai sejumlah desa kecamatan Manuju. Total perkiraan kebutuhan luas lahan kali ini mencapai 1.702,81 ha.

"Saat ini pembangunan bendungan juga berencana mengambil desa di kecamatan Bungayya," kata Abdullah di Kantor Bupati Gowa, Senin (6/5/2019).

Ia melanjutkan, verifikasi dan pengukuran ulang akan segera dilakukan dalam waktu dekat lalu dilanjutkan pembebasan lahan.

Sementara untuk lahan seluas 1.702,81 ha, ada sejumlah hal yang akan dimanfaatkan.

Antara lain untuk lahan konstruksi 70,83 ha, untuk quarry/akses dll 199,80 ha, fasilitas umum 2,23 ha, kebutuhan lahan untuk genangan 1.220,60 ha, dan kebutuhan lahan untuk greenbelt, 209,35 ha.

Halaman
12
Penulis: Ari Maryadi
Editor: Ansar
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved