BI-TPID Jaga Inflasi Saat Ramadan-Idulfitri, Fokus 4 Aspek Ini

Tercatat di angka 3,33 persen year on year (yoy), berada dalam sasaran target 3,5±1persen dan lebih rendah dari rata-rata tiga tahun sebelumnya 4,22

BI-TPID Jaga Inflasi Saat Ramadan-Idulfitri, Fokus 4 Aspek Ini
fadly/tribuntimur.com
Kepala Kantor Bank Indonesia Sulsel, Bambang Kusmiarso di sela jumpa pers terkait pertumbuhan ekonomi Sulsel di kantornya Jl Sudirman Makassar, Senin siang (6/5/2019). 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Perkembangan Inflasi Sulawesi Selatan
pada April 2019 tetap terkendali.

Tercatat di angka 3,33 persen year on year (yoy), berada dalam sasaran target 3,5±1persen dan lebih rendah dari rata-rata tiga tahun sebelumnya 4,22 persen (yoy).

Kepala Kantor Bank Indonesia Sulsel, Bambang Kusmiarso mengatakan, pencapaian inflasi tersebut sejalan dengan harga bahan makanan yang relatif stabil dan lebih rendah dibandingkan pola historisnya.

"Apabila dilihat dari kelompok pengeluaran, pada April 2019, inflasi Sulsel secara bulanan (mtm) dan tahun kalender (ytd) disebabkan kenaikan kelompok bahan makanan terutama berasal dari kenaikan harga cabai rawit, bawang merah, dan bawang putih," ujar Bambang di sela jumpa pers di kantornya, Senin siang (6/5/2019).

Baca: Tak Terurus, Begini Kondisi Monumen Pahlawan Andi Cammi Rappang Sidrap

Baca: Live supersoccer.tv Live Streaming Garuda Select Vs Leicester City U-17, Dilatih Lagi Fakhri Husaini

Sementara itu, secara tahunan inflasi Sulsel disebabkan oleh kenaikan kelompok Transpor, Komunikasi dan Jasa Keuangan terutama bersumber dari kenaikan harga tiket pesawat.

"Nah di Ramadan dan Idulfitri dalam hal ini Mei-Junu kita akan jaga. Ini dengan diperkuat sinergi dan koordinasi, strategi pengendalian inflasi dengan pemkab lebih spesifik Tim Pengendali Inflasi Daerah akan lebih difokuskan pada aspek 4K," katanya.

Pertama, koordinasi identifikasi barang. "Selain koordinasi dengan TPID, kami juga akan melakukan sidak bersama Satgas Pangan ke pasar dan gudang distributor," ujarnya.

Tidak hanya itu, pelaksanaan penetrasi pasar dengan menjual komoditas pangan penyumbang inflasi seperti komoditas ayam potong dengan harga yang lebih murah bekerja sama dengan pelaku usaha.

"Efisiensi rantai distribusi melalui pembelian ke sentra komoditas bawang merah di Kabupaten Enrekang dan dijual ke Kota Makassar melalui pemanfaatan Smart Truck Inflation Control (Lammmoro’na Makassar)," katanya.

Strategi Pengendalian Inflasi pada Ramadan dan Idulfitri difokuskan aspek 4K, yaitu:
1. Ketersediaan Pasokan, antara lain melalui:
- Mendorong “Gerakan Ingat Sulsel” dengan menghimbau pelaku perdagangan komoditas pangan antar daerah untuk tetap memprioritaskan pemenuhan kebutuhan masyarakat Sulsel.
- Memastikan ketersediaan pasokan bahan kebutuhan pokok baik termasuk stock yang berada di gudang, pasar tradisional dan pasar ritel modern.
- Mengintensifkan pemantauan pergerakan harga bahan kebutuhan pokok utamanya beras, cabai, bawang merah, bawang putih, daging sapi, daging & telur ayam, terigu & gula.
- Sidak bersama Satgas Pangan ke pasar tradisonal, pasar modern, gudang pengecer dan sentra distribusi kebutuhan pokok untuk memastikan ketersediaan pasokan dan menghindari penimbunan atau tindakan ilegal lainnya.
- Melakukan pengawasan terhadap penyaluran, ketersediaan dan stabilitas harga BBM dan LPG.
- Kerjasama daerah Surplus & Defisit dalam pemenuhan bahan kebutuhan pokok.

Baca: Zidane Rombak Pemain Real Madrid Musim Depan, Berikut Pemain Bintang Akan Didatangkan

Halaman
12
Penulis: Muhammad Fadhly Ali
Editor: Ansar
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved