Tribun Wiki
TRIBUNWIKI: Hadiri Pernikahan Putra Bungsu Tanpa Mantan Suami, Berikut Profil Lydia Kandaou
Ibu Lydia adalah salah seorang menentang habis-habisan pernikahan Lydia yang saat itu berumur 22 tahun dengan Jamal.
Penulis: Nur Fajriani R | Editor: Ina Maharani
Nur Fajriani
AttachmentsMay 4, 2019, 7:12 PM (22 hours ago)
to me
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Baru-baru ini beredar foto Aktris senior Lydia Kandaou menghadiri pernikahan putra bungsunya Nathana Ghazali.
Dikutip dari wikipedia.org pasalnya, Nathana Gahazali baru saja menikah dengan kekasihnya.
Nathana Ghaza menggelar resepsi pernikahan dengan Marisa Putri di Lampung.
Pernikahan putra bungsu Lydia Kandou dan Jamal Mirdad ini digelar secara sederhana dengan adat Lampung.
Acara pernikahan sederhana ini pun juga dilaksanakan di Kedondong, Pesawaran, Lampung.
Kabar pernikahan adik bungsu Nana Mirdad ini pun telah tersebar di media sosial.
Meski begitu, tak terlihat kehadiran sang ayah, Jamal Mirdad dan kedua kakak Nathan lainnya, Nana Mirdad dan Kenang Mirdad.
Lydia Kandaou
Dilansir dari wikipedia.org Lydia Kandou yang bernama lengkap Lydia Ruth Elizabeth Kandou.
Perempuan kelahiran di Jakarta, Indonesia, 21 Februari 1963 adalah seorang aktris Indonesia.
Ia sudah berperan dalam dunia perfilman Indonesia sejak 25 tahun silam.
Biografi
Ia lahir di Jakarta tetapi punya hubungan darah Manado-Belanda.
Kehidupan yang dijalaninya terbilang tidak mulus.
Sejak kecil sering sakit-sakitan, tidak boleh terlalu gembira, tidak boleh kaget dan terlalu sedih.
Akibatnya, ia selalu dipisahkan oleh ibunya dari kakak-kakaknya dan dilarang bermain dengan saudara-saudara dan teman-temannya.
Awalnya, ia sedih dan tak mengerti mengapa ibunya bersikap demikian.
Akhirnya dia memahami bahwa apa yang dilakukan ibunya adalah untuk kebaikannya semata.
Akibat terlalu banyak menyendiri, ia tumbuh menjadi gadis pemalu dan tampil sederhana dalam bersikap maupun penampilan.
Tawaran menjadi model menjadi terhambat karena sifat yang pemalu tadi.
Kariernya bisa diraih setapak demi setapak terlalui atas usaha orang-orang yang sabar membinanya.
Ibunya selalu mendukung dan memberikan motivasi kepadanya. Sejak SMP, Lydia sudah mengenal kebiasaan merokok.
Selain, suka makan. Untuk menjaga kondisi tubuhnya, ia melakukan kegiatan senam dan berenang. Memasak adalah kegemarannya.
Karier Awal
Bermula sebagai model iklan Sakura Film, ia kemudian bertemu Imam Tantowi dan diajak mendukung film arahan Has Manan, Wanita Segala Zaman, produksi Rapi Film.
Lewat film ini namanya melejit di saat usianya belum genap 17 tahun.
Permainan aktingnya yang biasa-biasa saja dinilai produser untuk mengontraknya agar bermain film. Lydia Kandou kemudian bermain dalam film Melodi Cinta, Bunga-Bunga SMA, Mahkotaku Hilang, Seindah Rembulan.
Ia pun akhirnya bisa menandatangani kontrak untuk empat sampai tujuh film sekaligus.
Pada awal 1980, Gope Samtani dari Rapi Film memberinya peran dalam film Aladin dan Lampu Wasiat (Aladin and His Magic Lamp) yang terkenal itu.
Dalam film tersebut, ia bermain bersama Rano Karno.
Raam Punjabi dari Parkit Film memberi peran di berbagai film, antara lain; 5 Cewek Jagoan (Five Deadly Angels) dan Perawan Rimba (Jungle Virgin Force).
Film-film yang dilakonkan mampu menempatkannya menjadi artis terkenal di Indonesia untuk beberapa masa.
Pernikahan
Pada tahun 1986 Lydia Kandou menikah dengan aktor Jamal Mirdad.
Peristiwa ini menjadi begitu kontroversial, karena perbedaan agama.
Lydia Kandou yang beragama Kristen dan Jamal Mirdad yang beragama Islam.
Perbedaan agama di antara keduanya tidak menghentikan langkah keduanya menuju mahligai pernikahan, walaupun UU Perkawinan 1974 pasal 2 ayat 1 menghalangi mereka untuk bersatu secara sah. Undang-undang tersebut menyatakan : "Perkawinan adalah sah apabila dilakukan menurut hukum masing-masing agamanya dan kepercayaannya”.
Untuk itu, sebuah perkawinan harus disahkan lebih dulu oleh agama yang bersangkutan sebelum didaftar ke Kantor Catatan Sipil.
Konsekuensinya, banyak pasangan berbeda agama tidak dapat mendaftarkan pernikahan mereka di Kantor Catatan Sipil.
Karena Undang-undang tersebut, bagi mereka yang akan menikah namun berbeda agama melakukannya secara diam-diam maupun menikah di luar negeri.
Namun pasangan Jamal Mirdad dan Lydia Kandou nekad menikah di Indonesia dan memperjuangkan status mereka mati-matian di Pengadilan Negeri.
Peristiwa yang terjadi tahun 1986 tersebut begitu menggemparkan.
Tentangan dan kecaman dari agamawan dan masyarakat menghantam secara bertubi-tubi pasangan ini.
Ketika mereka berdua memang pada saat itu sedang berada dipuncak karier, liputan berbagai media saat itu membuat peristiwa pernikahan beda agama ini semakin heboh.
Tetapi setelah melewati perjuangan panjang dan melelahkan dan didasari cinta yang kuat di antara keduanya, akhirnya dengan bantuan pengacara, pernikahan mereka disahkan juga oleh pengadilan pada tahun 1995.
Ibu Lydia adalah salah seorang menentang habis-habisan pernikahan Lydia yang saat itu berumur 22 tahun dengan Jamal.
Karenanya sang ibu pun pindah dari Jakarta ke Bandung.
Lydia tahu bahwa dia menyakiti hati ibunya, maka dua hari sekali Lydia dan Jamal menemui ibunya.
Namun dalam kunjungan-kunjungan itu Jamal selalu menunggu di depan rumah. Selama kurang lebih setahun, Jamal rela bolak-balik Jakarta-Bandung dan tidur di mobil, sementara Lydia menginap di rumah sang Ibu.
Akhirnya ibu Lydia menjadi luluh juga hatinya.
Suatu hari, Lydia hendak menginap di rumah ibunya, dan tanpa disangka, sang Ibu menyuruh Lydia mengajak Jamal masuk ke dalam rumah. Saat diterima, Jamal pun langsung meminta maaf kepada ibu Lydia.
Agama dan orangtua bukan masalah satu-satunya yang dihadapi pasangan Lydia Kandou dan Jamal Mirdad ini.
Masalah beda budaya juga merupakan masalah yang harus dihadapi keduanya. Lydia yang berdarah Manado-Belanda dan Jamal yang berdarah Jawa membuat mereka harus melakukan penyesuaian diri terhadap karakter dan latar belakang budaya masing-masing.
Namun dengan prinsip perbedaan adalah pelajaran buat mereka yang dianggap berharga dan istimewa dan dengan kesabaran dan menghormati perbedaan, pasangan ini dapat melaluinya dengan baik sampai saat ini.
Pada tanggal 8 Maret 2013, melalui kuasa hukumnya, Lydia Kandou memasukan gugatan cerai kepada Jamal Mirdad di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan setelah membangun rumah tangga selama 26 tahun.
Ditegaskan kemudian oleh Lidya, bahwa penyebab perceraiannya bukan karena beda agama, tetapi ia tetap belum mau mengungkapkan apa penyebabnya.
Data diri
Nama lahir: Lydia Ruth Elizabeth Kandou
Panggilan: Lydia Kandaou
Tempat, tanggal lahir: Jakarta, 21 Februari 1963
Pekerjaan: Aktris
Tahun aktif: 1979 - sekarang
Pasangan: Jamal Mirdad (menikah 1986; cerai 2013)
Anak
Hanna Natasya Maria
Kenang Kana
Naysila Nafulany
Nathana Ghaza
Orang tua:
Ayah: Rei Petrus Kandou
Ibu: Maria Jacoba Petronella Giezekamp
Instagram: @lydiakandou_
Film
- Mencari Cinta (1979)
- Pelajaran Cinta (1979)
- Anak-Anak Buangan (1979)
- Wanita Segala Zaman (1979)
- Seindah Rembulan (1980)
- Nostalgia di SMA(1980)
- Darna ajaib (1980)
- 5 Cewek Jagoan (1980)
- Bunga-Bunga SMA (1980)
- Roman Picisan (1980)
- Tempatmu Di Sisiku (1980)
- Manis-Manis Sombong (1980)
- Nikmatnya Cinta (1980)
- Hallo Sayang (1980)
- Sekuntum Duri (1980)
- Masih Adakah Cinta (1980)
- Jangan Sakiti Hatinya (1980)
- Melodi Cinta (1980)
- Bunga-bunga Perkawinan (1981)
- Dalam Lingkaran Cinta (1981)
- Perawan-Perawan (1981)
- Srigala (1981)
- Aladin dan Lampu Wasiat (1982)
- Perawan Rimba (1982)
- Pokoknya Beres (1983)
- Tujuh Wanita dalam Tugas Rahasia (1983)
- Maju Kena Mundur Kena (1983)
- Untukmu Kuserahkan Segalanya (1983)
- Tahu Diri Dong (1984)
- Kesempatan dalam Kesempitan (1985)
- Kejarlah Daku Kau Kutangkap (1985)
- Kau Tercipta Untukku (1985)
- Keluarga Markum (1986)
- Pengantin Baru (1986)
- Memburu Makelar Mayat (1986)
- Tirai Perkawinan (1987)
- Bendi Keramat (1988)
- Siapa Menabur Benci Akan Menuai Bencana (1988)
- Cas Cis Cus (1989)
- Antri Dong (1990)
- Gonta Ganti (1990)
- Jangan Bilang Siapa-Siapa (1990)
- Kisah Cinta Rojali dan Juleha (1990)
- Boneka dari Indiana (1990)
- Ramadhan dan Ramona (1992)
- Ketika (2005)
- Kejarlah Jodoh Kau Kutangkap (2011)
- Honeymoon (2013)
- Mahkotaku Hilang
- Darna Gadis Ajaib
- Kepingin Sih Pingin
- Johanna
- Gara-Gara
- Kembang-Kembang Kelabu
- Comic 8: Casino Kings part 1 (2015)
- Persembahan Terakhir The Movie (2015)
- Comic 8: Casino Kings part 2 (2016)
- Wa'alaikumussalam Paris (2016)
- The Fabulous Udin (2016)
- Aisyah: Biarkan Kami Bersaudara (2016)
- Koala Kumal (2016)
- Wonderful Life (2016)
- Insya Allah Sah (2017)
- Suami untuk Mak (2017)
Sinetron
Gara-gara
Selendang Sutera Biru
Edwin & Edwina
Wong Cilik
Misteri Bunga Tasbih
Pernikahan Dini
Andini
Tasya
Isi Hatiku
Perempuan Pilihan
Rahasia Perkawinan
Cinta Di Awal 30
Wartel dan Warteg
Akulah Arjuna
Bunga Diujung Matahari
Kau di Atas Aku di Bawah
Tuhan Ada Dimana-Mana
Bawang Merah Bawang Putih
Manis dan Sayang
Si Cantik dan Si Buruk Rupa
Cinderella (Apakah Cinta Hanyalah Mimpi?)
Janji Mu Seperti Fajar
Maha Cinta
Apa Ini Cinta
Diva
Nikita
Isabella
Get Married The Series
Saudara Oesman
Catatan Hati Seorang Istri
Kita Nikah Yuk
sumber: https://www.grid.id/read/041716048/jarang-diekspos-lydia-kandaou-hadiri-pesta-pernikahan-putra-bungsunya?page=3
Sumber foto: Instagram/lydiakandou_
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/lidya-kandou.jpg)