Diduga Manipulasi Suara, Calon Legislatif Partai Golkar Selayar Laporkan Penyelenggara Pemilu

Menurut Kuasa Hukum Arifin, Ahmad Rianto ada tiga pelanggaran administrasi yang dilakukan oleh para penyelenggara pemilu setempat yang merugikan.

Diduga Manipulasi Suara, Calon Legislatif Partai Golkar Selayar Laporkan Penyelenggara Pemilu
Hasan Basri/Tribun Timur
Tim Kuasa Hukum calon anggota legislatif dari Partai Golkar nomor urut 2 Arifin Dg Marola sedang menghadiri sidang atas laporan dugaan pelanggaran pemilu di Selayar 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Calon anggota legislatif dari Partai Golkar nomor urut 2 Arifin Dg Marola  melaporkan dugaan pelanggaran oleh penyelenggara di tingkat KPPS dan PPK ke Kantor Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kepulauan Selayar.

Menurut Kuasa Hukum Arifin, Ahmad Rianto ada  tiga pelanggaran administrasi yang dilakukan oleh para penyelenggara pemilu setempat yang merugikan klienya.

Baca: Buka Puasa di Hotel M Regency Makassar Rp 75 Ribu Per Pax, Beli Lima Gratis Satu

Baca: Apakah Berkumur-kumur Batalkan Puasa? Berikut Penjelasan Ustadzah Aini Aryani

"Tiga pelanggaran adminsitasi yang di lakukan secara masif dan sistematis agar caleg dari Partai Golkar nomor Urut 2, Ir  Arifin dg Marola tidak diloloskan sebagai anggota DPRD  Selayar terpilih,"sebutnya.

Ahmad menjelaskan pelanggaran yang dilaporkan, pertama terkait data hasil perhitungan di tingkat TPS. Dimana dari saksi mereka mencatat perolehan suara di TPS 3 Desa Bonea Makmur, Bontomanai, suara  Arifin Dg  Marolo 6, sama dengan suara calon nomor urut 4  Syamsurijal dengan perolehan enam suara.

Namun setelah rekapitulasi  di tingkat PPK Kecamatan Bontomanai angka perolehan suara ini berubah dimana caleg partai golkar nomor urut 4 syamsurijal berubah dari 6 menjadi 16 suara.

"Dugaan kecurangan inilah kemudian dilaporkan karna terjadi mark up suara sebanyak 10 suara. Kami menduga adanya oknum penyelenggara di tingkat KPPS dan PPK di Kecamatan Bontomanai melakukan manipulasi data dengan menambah suara dengan merubah,mengganti,menambah form C1 plano tanpa ada berita acara," sebutnya.

Tim Kuasa Hukum calon anggota legislatif dari Partai Golkar nomor urut 2 Arifin Dg Marola sedang menghadiri sidang atas laporan dugaan pelanggaran pemilu di Selayar
Tim Kuasa Hukum calon anggota legislatif dari Partai Golkar nomor urut 2 Arifin Dg Marola sedang menghadiri sidang atas laporan dugaan pelanggaran pemilu di Selayar (Hasan Basri/Tribun Timur)

Selain  itu, mereka juga melaporkan dugaan   adanya 2  surat milik  caleg partai golkar nomor urut 2 yang seharusnya sah, namun dibatalkan oleh Ketua KPPS 2 Desa Bontona Saluk Kecamatan Bontomatene .

Ada 2 kertas suara sah yang seharusnya itu sah milik dari caleg  Arifin dg Marola yakni, surat suara yang tercoblos sobek pada lipatan di tepi dan tidak mengenai kolom dan surat suara coblos tembus simetris?

Untuk laporan ketiga adalah, perkara menyangkut  adanya 1 suara sah yang kemudian dibatalkan di TPS 01 Desa Bontona Saluk  Bontomatene. 

"Kami menduga ada indikasi kecurangan  ini sudah berjalan sebelum dilakukan rekap di tingkat Kabupaten Selayar, namun dipaksakan untuk dilaksanakan," ujarnya.

Halaman
12
Penulis: Hasan Basri
Editor: Syamsul Bahri
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved