CITIZEN REPORT

Dagangan Difabel Diserbu Pengunjung CFD di Pantai Losari

Kegiatan ini bagian dari latihan pemasaran terhadap produk hasil karyanya sendiri bagi para difabel.

Dagangan Difabel Diserbu Pengunjung CFD di Pantai Losari
BRSPDF Wirajaya Makassar
Difabel binaan BRSPDF Wirajaya Makassar menjual produk hasil karyanya sendirilokasi Car Free Day (CFD) Pantai Losari, Kota Makassar, Minggu (5/5/2019) pagi. 

Asrul Sani
ASN BRSPDF Wirajaya Makassar
Melaporkan dari Kota Makassar

Beberapa penyandang disabilitas (difabel) binaan Balai Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas Fisik (BRSPDF) Wirajaya Makassar kembali melakukan latihan pemasaran terhadap produk hasil karyanya sendiri.

Kali ini tempat yang dipilih untuk pelatihan pemasaran produk adalah lokasi Car Free Day (CFD) Pantai Losari Makassar, Minggu (5/5/2019).

Ada beberapa macam produk yang dipasarkan, diantaranya seperti bakso bakar, aneka Juice, dan air mineral kemasan.

Salah seorang pegawai BRSPDF Wirajaya Nurmiyah Rahim yang ikut mendampingi anak-anak Penyandang Disabilitas mengatakan jika kegiatan ini merupakan bagian dari terapi kemandirian Wirausaha.

“Pelatihan ini dilakukan sebagai wadah untuk melatih keterampilan dan insting pemasaran anak-anak penyandang Disabilitas”, kata Nurmiyah.

Apakah Berkumur-kumur Batalkan Puasa? Berikut Penjelasan Ustadzah Aini Aryani

Tiga Hari Lagi Lengser dari Kursi Wali Kota Makassar, DP Menangis

Nurmiyah juga menambahkan, jika warga yang mengikuti Car Free Day di Pantai Losari begitu antusias bahkan menyerbu untuk membeli produk bakso bakar dan aneka juice serta minuman yang dipasarkan oleh anak-anak Penyandang Disabilitas.

“Untuk hari ini, seluruh Jualan anak-anak Penyandang Disabilitas laris manis diserbu warga. Anak-anak juga keliatan senang bisa terlibat langsung dan berbaur dengan masyarakat untuk memasarkan dan menjual produk olahannya sendiri” tutur Nurmiyah dengan rasa bangga.

Kepala BRSPDF Wirajaya Makassar Syaiful Samad sangat mengapresiasi kegiatan pelatihan pemasaran ini.

Menurutnya kegiatan seperti ini bisa menjadi peransang sekaligus sebagai motivasi diri bagi anak-anak penyandang disabilitas dalam mewujudkan kemandirian hidupnya dimasa-masa yang akan datang.

Syaiful juga menambahkan jika kegiatan ini menjadi wadah untuk mengabarkan kepada masyarakat, khususnya kepada penyandang disabilitas di mana saja.

“Keterbatasan fisik, bukanlah halangan untuk berkreasi dan berbuat yang terbaik buat bangsa ini,” tegas Syaiful. (*)

Penulis: CitizenReporter
Editor: Jumadi Mappanganro
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved