Pileg 2019

Tuding KPU Majene Curang, Pasal Ini Nyaris Seret Irwan ke Penjara

Irwan menyebut KPU Majene menambah perolehan suara untuk pasangan capres-cawapres nomor urut satu dari 117 menjadi 177. Atau bertambah sebanyak 60.

Edyatama/Tribun Timur
Ketua KPU Majene Arsalin Aras (Kiri) bersalaman dengan pelaku penyebar informasi hoax, Irwan (Kanan) disaksikan Kapolres Majene AKBP Asri Effendy (Tengah) saat konferensi pers di Mapolres Majene, Rabu (1/5/2019). 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAJENE -- Irwan, warga Kecamatan Simboro, Mamuju, Sulbar, nyaris saja mendekam di jeruji besi.

Pemuda berusia 29 tahun ini menuduh KPU Majene curang dalam Pemilu 2019. Ia memposting dugaan kecurangan KPU Majene menggelembungkan perolehan suara untuk pasangan capres-cawapres, Joko Widodo dan Ma'ruf Amin di akun facebooknya.

Irwan menyebut KPU Majene menambah perolehan suara untuk pasangan capres-cawapres nomor urut satu dari 117 menjadi 177. Atau bertambah sebanyak 60 suara.

Baca: KPK Datangi Pemkot Makassar, Begini Reaksi Danny Pomanto

Baca: Real Count KPU 91 Persen, Prabowo-Sandi Ungguli Jokowi-Amin Di Sidrap

Penggelembungan itu dituduhkan dilakukan di TPS 10 Kelurahan Lembang, Kecamatan Banggae Timur.

Tuduhan kecurangan ini diposting 22 April lalu. Dalam akunnya tertulis, "Salah total suara di Kelurahan Lembang, Kecamatan Banggae Timur, Kabupaten Majene Sulawesi Barat. Suara 01 ditambah 60, PAKE RUMUS APA INI WEBNYA KPU”.

Ketua KPU Majene Arsalin Aras (Kiri) bersalaman dengan pelaku penyebar informasi hoax, Irwan (Kanan) disaksikan Kapolres Majene AKBP Asri Effendy (Tengah) saat konferensi pers di Mapolres Majene, Rabu (1/5/2019).
Ketua KPU Majene Arsalin Aras (Kiri) bersalaman dengan pelaku penyebar informasi hoax, Irwan (Kanan) disaksikan Kapolres Majene AKBP Asri Effendy (Tengah) saat konferensi pers di Mapolres Majene, Rabu (1/5/2019). (Edyatama/Tribun Timur)

Postingan itu juga disertai gambar jumlah rekapan suara pilpres yang selisih 60 suara.

Perbuatan Irwan pun dilaporkan oleh KPU Majene ke Polres Majene. Laporan ini teregister di Polres Majene dengan Nomor : LP / 08 / IV / 2019 / POLDA SULBAR / RES MJN / SPVT, Tanggal 27 April 2019.

Saat konferensi pers, Rabu (1/5/2019), Kapolres Majene AKBP Asri Effendy menyampaikan, pihaknya telah bergerak cepat menindaklanjuti kasus tersebut. Si pemilik akun yang bermukim di BTN Graha Nusa 4 Blok G 11 Kecamatan Simboro pun berhasil ditemukan.

Polisi juga menyita barang bukti handphone OPPO F1 S milik pelaku yang diduga digunakan untuk memposting status bohong tersebut.

Namun, setelah pengumpulan alat bukti, KPU dan pelaku akhirnya berdamai. Irwan akhirnya tak sampai mendekam ke dalam jeruji.

Jika saja kasus ini lanjut, menurut Asri Effendy, pelaku dapat dijerat Pasal 14 Ayat (2) Sub Pasal 15 Undang-Undang No 73 Tahun 1958 tentang menyatakan berlakunya Undang-Undang No 1 Tahun 1946.

Halaman
12
Penulis: edyatma jawi
Editor: Syamsul Bahri
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved