OPINI

OPINI - Politik Buruh di Tengah Proses Pemilu

Wujud dari saluran politik yang di ekspresikan oleh buruh berlangsung dalam proses pemilu serentak.

OPINI - Politik Buruh di Tengah Proses Pemilu
handover
Sunardi SIP MPA 

Oleh:
Sunardi SIP MPA
Alumni FISIP Unhas - Peneliti Perburuhan

May Day sebagai Hari Buruh Internasional jatuh pada Rabu (1/5/2019) hari ini. Tahun ini, May Day terasa lebih kompleks.

Pasalnya, May Day berada di antara proses demokrasi elektoral yang sementara berlangsung.

Melalui momentum May Day, tulisan ini mencoba menghubungkan, antara politik buruh dengan proses demokrasi di Indonesia dengan konteks di Makassar.

Demokrasi dan politik buruh menjadi tema yang telah lama menyita perhatian peneliti buruh.

Dua kutub gagasan yang hingga hari ini sering mewarnai perdebatan, baik dalam tataran teoritis maupun dalam ranah praktis mengenai pro kontra politik buruh dalam gelanggang demokrasi elektoral.

Kecenderungan yang berkembang selama ini, pihak yang mengambil jarak dari proses elektoral. Pihak ini dengan kalkulasi politik yang sangat rasional.

Membenturkan artikulasi kepentingan politik buruh dengan kepentingan elektoral yang dalam benturan itu politik elektoral buruh selalu mengalami kebuntuan.

Tetapi tidak sedikit juga yang dengan artikulasi politik justru dengan amat militan menceburkan diri dalam proses demokrasi elektoral. Mereka bahkan menjadi bagian dari tim pemenangan.

Baca: Musim Panen, Harga Gabah Anjlok di Bulukumba

Politik Buruh
Untuk konteks Pemilu 2019, politik elektoral buruh yang selama ini mengalami kebuntuan mulai mencair. Buruh (meskipun tidak semuanya) telah menemukan saluran politik elektoral.

Halaman
1234
Editor: Aldy
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved