Ketua Pengurus Wilayah INI Sulsel Bantah Kematian Peserta Dalam Rangkaian Kongres

Beberapa media online yang diperoleh panitia, memberitakan kematian notaris asal Bengkulu usai mengikuti kongres yang diwarnai kekisruhan antar

Ketua Pengurus Wilayah INI Sulsel Bantah Kematian Peserta Dalam Rangkaian Kongres
Hasan Basri/Tribun Timur
Ketua Panitia Kongres INI/Ketua Pengurus Wilayah Sulsel INI, Hustam Husain turut membantah kabar pemberitaan kematian Eyota Madius, peserta Kongres XXIII di Hotel Claro, Rabu (1/5/2019). 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR--Pihak Panitia Kongres INI bersama Ketua Pengurus Wilayah Sulsel INI, Hustam Husain turut membantah kabar pemberitaan  kematian Eyota Madius, peserta Kongres XXIII di salah satu hotel di Jl AP Pettarani, Makassar, Rabu (1/5/2019).

Beberapa media online yang diperoleh panitia, memberitakan kematian notaris asal Bengkulu usai mengikuti kongres yang diwarnai  kekisruhan antar peserta karena protes kebijakan pimpinan tentang pemilihan ketua.

Baca: Irfan AB Klaim Raih Suara Terbanyak di Internal PAN, Ini Alasannya

Baca: TERBARU Real Count Pilpres 2019 di pemilu2019.kpu.go.id Jam 16.00 Sore ini, Data Masuk Hampir 60%

Hustam menjelaskan bahwa anggota notaris asal Bengkulu tersebut meninggal dunia di luar ruangan sebagai tempat p[elaksanaan kongres. 

"Saya selaku pimpinan sidang pada saat itu. Dinamika kongres memang ada. Seperti biasa kongres kadang kadang ribut.  Tapi,  tidak satupun peserta kami lihat bermasalah kesehatannya", katanya. 

Ketua Panitia Kongres INI/Ketua Pengurus Wilayah Sulsel INI, Hustam Husain turut membantah kabar pemberitaan  kematian Eyota Madius, peserta Kongres XXIII di Hotel Claro, Selasa (30/4/2019), kemarin.
Ketua Panitia Kongres INI/Ketua Pengurus Wilayah Sulsel INI, Hustam Husain turut membantah kabar pemberitaan kematian Eyota Madius, peserta Kongres XXIII di Hotel Claro, Selasa (30/4/2019), kemarin. (Hasan Basri/Tribun Timur)

Dan ia tidak melihat orang pingsan,  tidak ada digotong ke luar ruangan, apalagi sampai  meninggal di ruangan atau disekitar ruangan kongres, jelasnya.

Atas penyaksian itu, Hustam  membantah berita yang beredar di media online di Makassar bahwa kejadian itu pada saat mengikuti rangkaian kongres. 

Hustam menambahkan untuk pemulangan jenazah almarhum ke kampung halamannya,  di Bengkulu  bakal ditanggung oleh panitia.

" Pengurus pusat juga telah memberikan bantuan, kalau saya  tidak salah sebanyak Rp 25 juta. Jadi seluruh pembiayaan yang timbul dari prosesi sejak meninggal sampai pemberangkatan kembali ke Bengkulu ditanggung pengurus," ujarnya.

Selain biaya pemberangkatan jenazah, pengurus juga membiyai seorang pendamping yang mengantar jenazah almarhum ke Bengkulu. (*).

Jangan Lupa Subscribe Channel Youtube Tribun Timur:

Follow juga Instagram Tribun Timur:

Penulis: Hasan Basri
Editor: Syamsul Bahri
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved