Tana Toraja 'Zona Merah' Pelecehan Seksual, Klinik Hukum Unhas Gelar Penyuluhan

Klinik hukum Unhas Peduli Anak Toraja bekerjasama Pemerintah Kabupaten Tana Toraja gelar penyuluhan hukum

Tana Toraja 'Zona Merah' Pelecehan Seksual, Klinik Hukum Unhas Gelar Penyuluhan
Andi Ardiaman
Klinik hukum Unhas bekerjasama Pemerintah Kabupaten Tana Toraja gelar penyuluhan hukum di Ruang Pola lantai 4 Kantor Bupati Tana Toraja, Jalan Pongtiku, Kelurahan Pantan, Makale, Tana Toraja, Sulsel, Selasa (30/4/2019) siang. 

TRIBUNTORAJA.COM, MAKALE - Klinik hukum Universitas Hasanuddin atau Unhas Peduli Anak Toraja bekerjasama Pemerintah Kabupaten Tana Toraja gelar penyuluhan hukum, Selasa (30/4/2019) siang.

Penyuluhan berlangsung di Ruang Pola lantai 4 Kantor Bupati Tana Toraja, Jalan Pongtiku, Kelurahan Pantan, Makale, Tana Toraja, Sulsel.

Kegiatan tersebut turut bekerjasama dengan Kejaksaan Negeri Tana Toraja melalui tema 'Dari Toraja Untuk Anak Indonesia Yang Bebas Dari Kejahatan Seks'

Baca: Adik Bupati Bulukumba Masuk Bursa Calon Bupati Tahun 2020

Baca: Banjir Landa Wajo, Sejumlah Sekolah Diliburkan

Baca: Akademisi Unhas: Penggusuran Gasebo di Pantai Ammani Turunkan Citra Wisata Pinrang

Turut hadir Sekda Tana Toraja, Semuel Tande Bura, Kepala Kejaksaan Negeri Tana Toraja, Jefri Penanging Makapedua, Kasi Intel Kejari Tana Toraja, Andi Ardi Aman, Kadis Pemberdayaan dan Perlindungan Perempuan, Pakiding Karaeng, Ketua LBH APIK, Rusmiati Sain serta jajaran SKPD Tana Toraja terlibat.

Penyuluhan hukum Unhas dilakukan dengan bertujuan menjalin kordinasi dan sinergi pencegahan terhadap pelecehan seksual dibawah umur.

Marak kasus sejak Januari 2019 khususnya di Tana Toraja sudah memasuki zona merah dan menempati peringkat pertama se Sulsel.

Semuel Tande Bura menyampaikan dalam sambutannya, adanya penyuluhan hukum dapat mencegah terjadinya pelecehan seksual terhadap anak demi mewujudkan kedamaian di Tana Toraja.

Sementara, Ketua Klinik Hukum Birkah Latif berharap penyuluhan tersebut dapat memperkuat kerjasama antara Fakultas Hukum Unhas dengan Kejari dan Pemkab Tana Toraja

"Diharapkan dapat mengurangi angka pelecehan seksual terhadap anak di Tana Toraja melalui pencegahan," tutur Birkah.

Kajari Tana Toraja, Jefri Penanging Makapedua menyampaikan pencegahan kasus pelecehan seksual terhadap anak sangat diperlukan daripada penindakannya karena anak merupakan generasi penerus keluarga dan bangsa sehingga perlu dilindungi dan dijaga.

Pemateri pada penyuluhan hukum yaitu Andi Ardi Aman, Rusmiati Sain dan Kadis Pemberdayaan dan Perlindungan Perempuan Pemkab Tana Toraja.

Dilanjutkan sesi tanya jawab dan pemberian sertifikat peserta yang diikuti 63 orang.

Laporan Wartawan TribunToraja.com, @cinnank17

Jangan Lupa Subscribe Channel Youtube Tribun Timur:

Follow juga Instagram Tribun Timur:

Penulis: Risnawati M
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved