Penerimaan Siswa Baru SMP Akhir Mei, Ini Mekanismenya

Penerimaan siswa baru tingkat SMP dan SD di Kota Makassar tahun ajaran 2019-2020 akan mulai dilangsungkan akhir Mei 2019.

Penerimaan Siswa Baru SMP Akhir Mei, Ini Mekanismenya
fahrisal/tribuntimur.com
Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar, Abd Rahman Bando. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Penerimaan siswa baru tingkat SMP dan SD di Kota Makassar tahun ajaran 2019-2020 akan mulai dilangsungkan akhir Mei 2019.

Saat ini, Pemerintah Kota Makassar, melalui Dinas Pendidikan telah mengeluarkan Peraturan Wali Kota Makassar tentang pedoman penerimaan siswa baru.

Kepala Dinas Pendidika Kota Makssar, Abd Rahman Bando mengatakan, Perwali penerimaan siswa baru akan segera ditembuskan ke seluruh sekolah untuk menjadi acuan penwrimaan calon siswanya.

"Ini baru selesai Perwali tentang pesoman penerimaan siswa baru. Dari data perwali ini yang akan kita pedomani untuk penerimaan siswa baru. Ini akan kita kirimkan ke semua sekolah untuk dipedomani. Insya Allah penrimaan akhir Mei," kata Rahman Bando, Selasa (30/4).

Menurut Rahman Bando, terdapat sedikit perubahan sistem penerimaan, dimana tahun ini mengginakan sistem zonasi murni, 90 persen untuk jalur domisili, 5 persen jalur prestasi, dan 5 persen jalur pindah domisili orangtua.

"Untuk domisili, pilihannya calon siswa harus memilih yang terdekat dari rumahnya, nanti akan dibuat urutan terdekat, misalnya 50 meter, 100, dan seterusnya, ini yang akan diurut, misalnya kuota satu sekolah 300 orang, maka pas sampai 300, penerimaan sekolah itu di-stop," jelas dia.

Letak rumah siswa, lanjut Rahman, akan sangat menentukan diterima atau tidaknya siswa tersebut.

"Intinya jarak yang menentukan penerimaannya, ibaratnya kalau mau dirangking, kalau ada calon siswa yang rumahnya nempel di pagar sekolah, pasti itu urutan pertama," ungkap dia.

Terkait daya tampung, Ia mengatakan jumlah siswa yang diterima wajib sesuai jumlah ruang belajar, dengan maksimal 36 orang siswa setiap kelasnya.

"Tahun ini, saya sudah tegaskan ke seluruh kepsek SMP, yang diterima harus sesuai dengan rung kelas tersedia, tak boleh ada tambah-tambahan. Misalnya 10 ruang kelas, satu kelas 36 orang, yah diterima 360 saja, tak boleh lebih," tegasnya.

Halaman
12
Penulis: Fahrizal Syam
Editor: Munawwarah Ahmad
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved