Banjir Rendam 10 Daerah di Sulsel, Wakil Ketua DPRD Sulsel Minta Gubernur Turun Tangan

Banjir merendam seluruh ruang kelas dan perpustakaan serta kantor sekolah. Ketinggian air bervariasi dari 40 sentimeter hingga 60 sentimeter.

Banjir Rendam 10 Daerah di Sulsel, Wakil Ketua DPRD Sulsel Minta Gubernur Turun Tangan
Asiz Albar/Tribun Enrekang
Bencana banjir melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Enrekang, Senin (29/4/2019) pagi. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR -- Sebagian kabupaten/kota di Sulsel dilanda banjir. Terparah Enrekang, Luwu Utara, Wajo dan Toraja Utara.

Cuaca ekstrem empat hari terakhir membuat sembilan daerah terendam banjir. Dilaporkan beberapa kecamatan terisolir di Sulsel.

Perumahan Kukku, Kelurahan Lewaja, Kota Enrekang terisolir. Luapan Sungai Mata Allo menjadi penyebab utama. 500 jiwa terjebak di perumahan itu.

Baca: Berkas Perkara Korupsi Penggelapan Dana Kementerian Rampung, Jaksa Periksa 15 Saksi

Baca: 5 Fakta Isu Pemindahan Ibu Kota Negara di Era Presiden Jokowi, Muncul Sejak Era Andrinof Chaniago

Hujan deras juga melanda sebagian wilayah Wajo, Selasa (30/4/2019). Akibatnya, air Sungai Cenranae, Kecamatan Pammana meluap. Jl Poros Wajo-Bone di Cempa, Desa Pallawarukka, putus. Tak bisa lagi dilalui segala jenis kendaraan.

Banjir dan tanah longsor juga terjadi di Dusun Bungawae, Desa Tangkoro, Kecamatan Pitumpanua, Wajo. Akibatnya, jalan desa yang menghubungkan Pitumpanua dan Kebupaten Sidrap putus.

Di Sidrap, ada dua wilayah terendam banjir. Dua Pitue dan Pitu Riawa. Tinggi air dilaporkan mencapai satu meter. Luapan air Sungai Tanru Tedong adalah salah satu penyebabnya.

Banjir dan tanah longsor terjadi di sejumlah titik di Kabupaten Tana Toraja dan Toraja Utara, Senin (29/4/2019) kemarin. Akibanya ratusan rumah, dan lahan pertanian warga tergenang luapan air Sungai Saddang.

Baca: PSM vs Home United, Direktur RSUD Bantaeng Optimis PSM Menang 2-0

Luapan air Sungai Saddang juga berdampak buruk bagi warga Barombong, Desa Sipatuo, Kecamatan Patampanua. Termasuk dua kecamatan lainnya di Kabupaten Pinrang, Kecamatan Cempa dan Duampanua.

Selain, Wajo, Enrekang, Sidrap, dan Pinrang, Kabupaten Luwu juga terendam banjir. Hujan deras di daerah itu membuat Sungai Suli meluap dan merendam permukiman serta sarana pendidikan di Luwu. Seperti di SD Negeri 17 Lempokasi.

Banjir merendam seluruh ruang kelas dan perpustakaan serta kantor sekolah. Ketinggian air bervariasi dari 40 sentimeter hingga 60 sentimeter.

Warga melintas di depan SDN 78 Pallimae yang dilanda banjir di Desa Pallimae, Kecamatan Sabbangparu, Kabupaten Wajo, Selasa (30/4/2019).
Warga melintas di depan SDN 78 Pallimae yang dilanda banjir di Desa Pallimae, Kecamatan Sabbangparu, Kabupaten Wajo, Selasa (30/4/2019). (Hardiansyah/Tribun Wajo)
Halaman
123
Penulis: Abdul Azis
Editor: Hasrul
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved