Banjir Enrekang, Warga Sebut Terparah Dalam 15 Tahun Terakhir

Salah satu masyarakat Enrekang, Puang Aras, mengatakan banjir yang terjadi kali ini di Kota Enrekang adalah yang terparah dalam 15 tahun terakhir.

Banjir Enrekang, Warga Sebut Terparah Dalam 15 Tahun Terakhir
Asiz Albar/Tribun Enrekang
Bencana banjir melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Enrekang, Senin (29/4/2019) pagi. 

TRIBUNENREKANG.COM, ENREKANG- Bencana banjir melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Enrekang, Senin (29/4/2019) pagi.

Tercatat ada dua kecamatan yang terdampam banjir yakni Enrekang dan Cendana.

Di Kecamatan Enrekang wilayah terdampak adalah Desa Tungka, Tallu Bamba, Temban, Desa Buttu Batu, dan terparah di Kota Enrekang.

Dampak banjir juga dirasakan beberapa desa di wilayah Kecamatan Cendana. Umumnya desa yang terdampak itu berada di bantaran sungai Saddang.

Desab tersebut antara lain Desa Pinang, Desa Lebang, Desa Malalin, Desa Pundilemo dan Desa Taulan.

Pantauan Banjir Enrekang dari Ketinggian
Pantauan Banjir Enrekang dari Ketinggian (Facebook)

Seluruh wilayah terdampak di dua kecamatan itu adalah daerah bantaran Sungai Saddang dan Mata Allo.

Selain permukiman warga, air juga merendam, sekolah, lahan perkebunan dan peternakan warga.

Salah satu masyarakat Enrekang, Puang Aras, mengatakan banjir yang terjadi kali ini di Kota Enrekang adalah yang terparah dalam 15 tahun terakhir.

Sebab, sebelumnya di tahun 2004 silam, juga pernah terjadi banjir yang lebih parah dari banjir yang terjadi saat ini.

Kala itu, banjir bahkan meneggelamkan puluhan rumah dan gedung sekolah yang ada di Kabupaten Enrekang.

Halaman
12
Penulis: Muh. Asiz Albar
Editor: Hasrul
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved