Polisi Sebut Temukan Tiga Tindak Pidana Pembangunan Kota Idaman di Pattalassang Gowa

Polres Gowa kembali meliris perkembangan perkara pembangunan Kota Idaman di Kecamatan Pattalassang Kabupaten Gowa.

Polisi Sebut Temukan Tiga Tindak Pidana Pembangunan Kota Idaman di Pattalassang Gowa
TRIBUN TIMUR/ARI MARYADI
Wakapolres Gowa Kompol Muh Fajri Mustafa (tengah) merilis perkembangan perkara Kota Idaman Pattallassang, Jumat (26/4/2019). 

TRIBUN-TIMUR.COM, SUNGGUMINASA - Polres Gowa kembali meliris perkembangan perkara pembangunan Kota Idaman di Kecamatan Pattalassang Kabupaten Gowa.

Wakapolres Gowa Kompol Muh Fajri Mustafa mengatakan tiga dugaan tindak pidana telah teridentifikasi dalam proyek yang digagas tahun 2015 lalu ini.

Ketiganya yaitu dugaan pemalsuan, penipuan, dan penggelapan.

Baca: Polres Gowa Tutup Jalan Andi Tonro Somba Opu, Ada Hajatan Warga

Baca: Update, 24 Penyelenggara Pemilu 2019 di Jeneponto Sakit, Satu Dirujuk ke Makassar

Baca: BNNP Sulteng Akan Bersihkan Kampung Narkoba di Palu

Perwira satu melati ini mengatakan, pihaknya mengidentifikasi empat modus. Antara lain pemalsuan ipeda atau rinci palsu, pemalsuan klausul, penipuan, hingga penggelapan.

"Pemalsuan Ipeda atau rinci palsu atas nama beberapa penggarap," kata Fajri di Mapolres Gowa, Jumat (26/4/2019) siang.

Fajri melanjutkan, pemalsuan tersebut dilengkapi dengan dokumen yang memuat keterangan palsu dalam Surat Keterangan dan Surat Pernyataan Peralihan Hak atas Tanah

Kedua, kata Fajri, pemasukan klausul seolah-olah tanah yang ditransaksikan tidak dimiliki oleh pihak lain. Transaksi ini dimuat dalam Surat Pernyataan Peralihan Hak atas Tanah tahun 2011 dan tahun 2015

"Padahal bagian tanah untuk pembangunan Kota Idaman tersebut adalah milik PTPN XIV," sambung Fajri.

Ketiga, lanjutnya, penipuan dilakukan dengan menjanjikan para pembeli dapat memiliki lahan pasca pembelian. Pembeli juga dijanjikan dapat sertifikat hak milik atas tanah. Transaksi ini dilakukan tahun 2015.

"Namun ternyata hingga kini tidak dapat dikuasai dan sertifikat hak milik tidak dapat diterbitkan karena lahan tersebut merupakan aset milik PTPN XIV," imbuh Fajri.

Halaman
12
Penulis: Ari Maryadi
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved