Pameran Pangan Nusantara Tingkatkan Peluang Investasi Produk Unggulan Daerah

Yogyakarta atau Jogjakarta menjadi tuan rumah pelaksanaan Pameran Pangan Nusantara ke-16.

Pameran Pangan Nusantara Tingkatkan Peluang Investasi Produk Unggulan Daerah - pameran-pangan-nusantara-ke-16-2642019-1.jpg
DOK KEMENTAN RI
Pameran Pangan Nusantara Tingkatkan Peluang Investasi Produk Unggulan Daerah - pameran-pangan-nusantara-ke-16-2642019-2.jpg
DOK KEMENTAN RI
Pameran Pangan Nusantara Tingkatkan Peluang Investasi Produk Unggulan Daerah - pameran-pangan-nusantara-ke-16-2642019-3.jpg
DOK KEMENTAN RI
Pameran Pangan Nusantara Tingkatkan Peluang Investasi Produk Unggulan Daerah - pameran-pangan-nusantara-ke-16-2642019-4.jpg
DOK KEMENTAN RI
Pameran Pangan Nusantara Tingkatkan Peluang Investasi Produk Unggulan Daerah - pameran-pangan-nusantara-ke-16-2642019-5.jpg
DOK KEMENTAN RI

TRIBUN-TIMUR.COM - Yogyakarta atau Jogjakarta menjadi tuan rumah pelaksanaan Pameran Pangan Nusantara ke-16.

Pada perhelatan ini, Kementerian Pertanian turut berpartisipasi memeriahkan kegiatan dengan menampilkan aneka produk unggulan pertanian.

Mulai dari aneka produk segar sayur, buah, dan florikultura hingga aneka produk olahan pangan.

Pameran yang diselenggarakan, Kamis-Minggu (25-28/4/2019) di Jogja Expo Centre (JEC), Yogyakarta ini ramai dikunjungi pengunjung dari pelbagai lapisan masyarakat.

Tak hanya mengedepankan sisi pangan sebagai domain Kementerian Pertanian, pameran ini juga mengusung potensi dan peluang investasi serta perdagangan.

Ini bertujuan untuk mendorong peningkatan investasi dan volume perdagangan produk-produk unggulan daerah.

Salah satu poin yang dititikberatkan oleh Asisten Deputi Perekonomian dan Pembangunan Setda Provinsi DI Yogyakarta, Tri Setyana adalah menampilkan produk - produk unggulan UMKM dan koperasi di seluruh Indonesia beserta potensi dan peluang investasi pengembangan bisnisnya.

"Acara ini terdiri dari empat event yang digabungkan jadi satu. Ada investasinya, pariwisatanya, pameran dan pangannya. Kami sinergikan keempat - empatnya karena ada unsur usaha kecil mikronya yang merupakan 98 persen kekuatan perekonomian Indonesia termasuk juga Jogjakarta. Kita melibatkan provinsi, kabupaten/kota, maupun pelaku usaha di pameran ini," ujar Tri Setyana.

Jogjakarta, kata Tri Setyana, penduduknya 3,5 juta tapi pengunjungnya lebih dari 5 juta.

Lebih banyak wisatawan dari pada penduduknya.

Halaman
123
Editor: Edi Sumardi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved