Sidang Korupsi Pohon Ketapang Pemkot Makassar, Saksi: Banyak Bibit Dicabut Warga

Program penanaman tersebut dilakukan di 12 jalur dengan empat kali tahapan. Namun pada paket ke empat terjadi pengurangan jumlah bibit

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Dinas Pertamanan dan Kebersihan Pemerintah Kota Makassar mencanangkan program penanaman 7.000 bibit pohon Ketapang Kencana.

Program penanaman tersebut dilakukan di 12 jalur dengan empat kali tahapan. Namun pada paket ke empat terjadi pengurangan jumlah bibit dari 1.700 bibit menjadi 1.300.

Menurut Direktur CV Cahaya Sukses selaku pemenang tender paket IV, Hengki, pengurangan penanaman bibit setelah melalui ademdum atau pengurangan volume.

"Kenapa ada pengurangan karena ada beberapa titik lubang ditimbun warga dan  bibitny dicabut, karena  di tanam depan pintu rumah warga,"kata Hengki saat bersaksi di persidangan, Kamis (25/04/2019).

Hengki bersaksi untuk empat terdakwa yakni, mantan Kepala Dinas Koperasi dan Uusaha mikro dan kecil (UMKM) Gani Sirman dan Budi Susilo (Kabid Pertanaman), Buyung Haris (honorer), serta Abu Bakar Muhajji (pensiunan).

Ia diduga melakukan mark up harga pohon ketapang. Dari informasi diperoleh tribun diduga dalam pengadaan itu terdapat selisih Rp 2,4 miliar.  Pasalnya harga per batang bibit yang diusulkan sangat mahal sebesar Rp1 juta per batang pohon.

Sedangkan harganya dipasaran hanya sekitar antara Rp 200 ribu sampai Rp 250 ribu. Pengadaan 7000 bibit pohon Ketapang oleh Dinas Pertamanan dan Kebersihan kota Makassar rencananya ditanam beberapa jalur Makassar.

Adapun penanaman di depan pintu rumah warga kata Hengki tidak lain mengacu pada arahan dari Dinas Pertamanan Kota Makassar. Tetapi dia lupa pihak Dinas yang dimaksud.

Sekedar diketahui, program penanaman bibit kencana untuk empat tahapan ini akan menghabiskan 7.000 bibit pohon ketapang dengan anggaran sekitar Rp 7 miliar.

Anggaran itu untuk termasuk pembelian bibit, pembuatan lobang, pembelian pupuk serta biaya jaminan atau pemeliharaan.

Penulis: Hasan Basri
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved