OPINI

OPINI - Hari Kebudayaan dan Agenda Kota Makassar

Penulis adalah Ketua Program Studi Ilmu Hubungan Internasional Universitas Bosowa

OPINI - Hari Kebudayaan dan Agenda Kota Makassar
tribun timur
Ketua Program Studi Ilmu Hubungan Internasional Universitas Bosowa

Oleh:
Zulkhair Burhan
Ketua Program Studi Ilmu Hubungan Internasional Universitas Bosowa

Pemandangan tak lazim terlihat di seantero Kota Makassar pada Senin, 1 April 2019 lalu.

Berbagai lapisan masyarakat mulai dari anak sekolah sampai pegawai negeri maupun karyawan swasta ramai-ramai menggunakan pakaian adat khas Bugis-Makassar-Mandar-Toraja.

Di beberapa titik kota dilaksanakan karnaval yang menampilkan parade pakaian dan atraksi kesenian daerah serta berbagai kemeriahan lainnya. Pusat kemeriahan ini terlaksana di Benteng Rotterdam.

Di tempat ini, Pemerintah Kota Makassar menggelar berbagai pertunjukan sekaligus mencanangkan tanggal 1 April sebagai Hari Kebudayaan Kota Makassar yang dituangkan dalam Peraturan Wali Kota.

Apa yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Makassar ini bisa kita lihat paling tidak dari dua sudut pandang.

Yang pertama, seperti yang disampaikan Walikota Makassar Danny Pomanti bahwa pencanangan Hari Kebudayaan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk terus melestarikan budaya daerah dan sekaligus menjadi momentum dan ruang untuk memperkenalkan berbagai ragam bentuk dan nilai budaya daerah kepada semua generasi.

Baca: IAIN Palu Gunakan Aplikasi E-SMS untuk Kontrol Kegiatan Akdemik

Dari momentum ini diharapkan kita dapat menghargai keberagaman dan menjadikannya sebagai alat untuk merekatkan anak bangsa sesuai amanat yang tertuang dalam Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan.

Kedua, saya kira penting –dan sebaiknya- untuk melihat inisiatif pencanangan Hari Kebudayaan ini sebagai bagian dari upaya untuk mengintegrasikan aspek kebudayaan dalam agenda untuk mewujudkan tujuan pembangunan berkelanjutan (sustainable development goals/SDGs) khususnya agenda ke-11 yaitu Kota dan Masyarakat yang Berkelanjutan (Sustainable Cities and Communities).

Agenda Kota
Kota yang Berkelanjutan sebagai sebuah konsep maupun praktik pembangunan yang pada awalnya disejajarkan dengan konsep green cities atau eco cities yang menitikberatkan pada aspek ekologi dalam pembangunan kota.

Halaman
123
Editor: Aldy
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved