Nenek Hasiah Tinggal di Gubuk Reot Butuh Bantuan Pemkab Maros

Pasalnya, wanita kelahiran Maros, 63 tahun silam tersebut, sudah puluhan tahun tinggal sendiri di gubuk reot.

Nenek Hasiah Tinggal di Gubuk Reot Butuh Bantuan Pemkab Maros
ansar/tribunmaros.com
Hasiah Daeng Kebo, janda lansia di Lingkungan Kadieng, Kelurahan Bontoa, Kabupaten Maros. 

TRIBUN MAROS.COM, MANDAI - Hasiah Daeng Kebo, seorang nenek di Lingkungan Kadieng, Kelurahan Bontoa, Kecamatan Mandai, Kabupaten Maros, butuh bantuan dari pemerintah dan dermawan.

Pasalnya, wanita kelahiran Maros, 63 tahun silam tersebut, sudah puluhan tahun tinggal sendiri di gubuk reot. Gubuk yang tidak layak huni tersebut hanya berukuran 3x4 meter.

Meski terdaftar sebagai warga miskin, Hasiah tidak pernah tersentuh bantuan apapun dari pemerintah.

Gubuk Hasiah hanya berdinding seng bekas, atap bocor, papan dan balok juga sudah dimakan rayap.

Sejak suaminya meninggal puluhan tahun lalu, Hasiah tinggal di belakang SDN 1 Batangase.

Dia berjualan nasi kuning sejak tahun 1996 silam. Namun karena usia terus bertambah, Hasiah sudah tidak mampu untuk jualan.

Hasiah kemudian memilih untuk menjual lahan yang ditempati rumahnya. Hal itu dilakukan untuk dapat bertahan hidup.

Setelah menjual lahan miliknya 6 tahun lalu, Hasiah memindahkan gubuknya di depan SDN 1 Batangase. Namun lahan yang ditempatinya milik PT Angkasa Pura I.

Saat itu, gubuk Hasiah digusur karena Angkasa Pura melakukan perluasan bandara.

"Saya Sudah lama tinggal sendiri. Sejak saya jual tanah, kehidupan semakin sulit. Saya terpaksa jual tanah karena tidak ada biaya bertahan hidup," kata Hasiah, Kamis (25/4/2019) sore.

Halaman
12
Penulis: Ansar
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved