Kasus Permata 1,2 Miliar di Jakpus Libatkan Warga Asal Gowa, Telah Damai

Dugaan kasus pencurian batu permata senilai 1,2 Milyar di Jakarta Pusat (Jakpus) melibatkan warga asal Gowa, kini damai.

Kasus Permata 1,2 Miliar di Jakpus Libatkan Warga Asal Gowa, Telah Damai
Amiruddin/Tribun Timur
Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Dicky Sondani. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Dugaan kasus pencurian batu permata senilai 1,2 Milyar di Jakarta Pusat (Jakpus) melibatkan warga asal Gowa, kini damai.

Terlapor, Muh Ikhwan (38) warga Jl Bumi Aroepala, Pacinongan, Gowa sebelumnya diamankan anggota Resmob Polda Sulsel di rumahnya, Jumat (22/2/2019) silam.

Kini, Kamis (25/4/2019) siang. Ikhwan pun mengklarifikasi kasusnya. Menurutnya, itu telah damai antara ia dan pelapor, Hendra.

"Intinya kami sudah damai, soal permata 1,2 milyar yang diberitakan tribun itu saya mau klarifikasi bahwa semua salah paham saja," tulis Ikhwan lewat rilisnya ke tribun.

Damainya pelapor dan terlapor itu, karena ada kesalahpahaman antar keduanya soal transaksi jual beli cincin permata seharga Rp 1,2 Milyar pada 11 Februari 2019, lalu.

"Sebenarnya ini jangan dibesar-besarkan lagi, kami sudah berdamai. Barang bukti itu ada, tidak hilang dan lagipula ini ialah soal kesalahpahaman saja," ungkap Ikhwan.

Sebelumnya, tim Resmob gabungan dari Resmob Polres Jakarta Pusat dan Resmob Polda Sulsel menangkap Ikhwan karena terlibat pencurian batu permata di Jakarta.

Kabid Humas Polda, Kombes Pol Dicky Sondani mengaku, penangkapan Ikhwan berdasarpada Laporan Polisi (LP): 019 / k / II / 2019 / Sektor Gambir, Jakarta Pusat.

Waktu itu, Dicky menjelaskan aksi Ikhwan terjadi tanggal 11 Februari 2019, di Hotel Haris Vertu. Saat itu, pelaku membuat janji untuk bertemu sang pemilik batu permata.

Saat itu, setelah pelaku melihat beberapa batu permata milik korban. Pelaku berdalih agar batu-batu tersebut dia antarkan ke kamar hotel, diperlihatoan ke bos pelaku.

"Tapi yang terjadi saat itu, pelaku malah membawa kabur batu permata tersebut, melalui pintu belakang hotel Haris Vertu lalu dibawa ke Makassar," jelas Dicky.

Saat ini kata Kombes Dicky, pelaku Ikhwan sudah dinawa ke Mapolres Jakarta Pusat, bersama barang bukti berupa enam jenis batu permata yang diketahui hasil curian.

"Pelaku sudah dibawa ke Polres Jakarta Pusat, karena memang korban melapor kasua itu disana, makanya dproses sesuai hukum disana juga," tambah Dicky. 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Darul Amri Lobubun

Penulis: Darul Amri Lobubun
Editor: Munawwarah Ahmad
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved