Petani di Sinjai Selatan Stres Harga Gabah Turun Hingga Tak Laku

Sejumlah petani di Kecamatan Sinjai Selatan, Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan mengaku stres pascapanen.

Petani di Sinjai Selatan Stres Harga Gabah Turun Hingga Tak Laku
Samsul Bahri
Petani sedang memaneng padinya di Desa Gareccing, Kecamatan Sinjai Selatan, Rabu (24/4/2019). 

TRIBUNSINJAI.COM, SINJAI SELATAN - Sejumlah petani di Kecamatan Sinjai Selatan, Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan mengaku stres pascapanen.

Penyebabnya karena harga gabah anjlok dari Rp 370 ribu per karung menjadi Rp 320 ribu per karung untuk gabah basah.

"Itu jenis gabah basah untuk padi syeherang, ciliwung, ciherang dihargai Rp 320 ribu per karung, makanya kami petani stres," kata seorang petani di Kecamatan Sinjai Selatan bernama Makmur, Rabu (24/4/2019).

Sedang khusus padi kuda saat ini tidak bisa laku karena pedagang gabah menolak untuk membelinya.

Tak hanya itu, petani juga makin merugi karena selain turun drastis hingga tidak laku serta mulai menghitam sebab musim hujan tiba puncaknya.

Akibatnya petani sulit mengeringkan gabah hingga menghitam.

Saat menghitam, gabah tidak dapat laku.

Patani di kecamatan tersebut masih mengandalkan sinar matahari untuk pengeringan.

Dalam kondisi tersebut, petani berharap agar hadir pemerintah memberi solusi para petani.

Agar mereka tidak gagal menjual gabah dengan harga yang tinggi, jelas Makmur.

Halaman
12
Penulis: Samsul Bahri
Editor: Munawwarah Ahmad
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved