Pemilu 2019

Pemilu Berlalu, Ketua MUI Sulbar: Persatuan Jangan Dirusak

Mengingatkan bahwa Pemilu hanyalah sarana dalam proses demokrasi yang didalamnya pasti ada perbedaan pilihan.

Pemilu Berlalu, Ketua MUI Sulbar: Persatuan Jangan Dirusak
TRIBUN TIMUR/NURHADI
Ketua MUI Sulbar KH Nur Husain 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAMUJU -Ketua Majelis Ulama Indonesia atau MUI Sulbar KH Nur Husain, mengingatkan bahwa Pemilu 2019 hanyalah sarana dalam proses demokrasi yang didalamnya pasti ada perbedaan pilihan.

Ulama yang juga pengasuh Pondok Pesantren Ihyaul `Ulum DDI Baruga Majene itu menjelaskan, dalam setiap pemilihan selalu dihadapkan pada dua situasi, yakni menang atau sebaliknya.

Namun, menurutnya hal itu janganlah dijadikan pertentangan dalam kehidupan bermasyarakat.

Baca: Enam TPS di Palopo Pemungutan Suara Ulang

Baca: Diduga Konsumsi Narkoba, Oknum PNS dan Honorer di Jeneponto Ditangkap Polisi

Baca: Ketua Bawaslu Bantaeng Juga Jatuh Sakit Karena Kelelahan

Karena berdemokrasi ini merupakan kesepakatan bangsa Indonesia.

"Namanya pemilihan pasti ada yang memenangkan dan ada yang tidak memenangkan. Saya biasa katakan tidak ada yang kalah semua menang, artinya menang dalam proses menciptakan suasana demokrasi yang baik karena itulah asas negara,"kata Alumni Sarjana Muda Fak Ushuluddin IAIN Alauddin Ujung Pandang Tahun 1973 itu, ditemui di Grand Maleo Hotel Mamuju, Senin (22/4/2019).

Ia menyerukan, setelah pemilihan ini segalanya harus kembali bagaimana situasi semula, jadikan perbedaan itu hanya sebatas perbedaan dalam pandangan politik, tak lebih dari itu.

"Perbedaan ini hanya perbedaan saja, kita jangan menimbulkan hal - hal yang menganggu proses demokrasi, kembali kita menyatu, sebagai rakyat, bersaudaralah,"ujarnya.

Kalaupun, lanjutnya, dalam pemilihan ada yang menang begitupun sebaliknya, harus diterima dengan pandangan kebesaran jiwa. bukan merasa terpuruk.

"Siapa - siapa yang belum menang kali ini siapa tau itu hanya proses yang tertunda, mungkin disuatu masa terjadi hal yang sama mendapatkan kemenangan, untuk itu kembalilah kita kepada tugas kehidupan kita sehari-hari," imbuhnya.

"Yang pegawai kerjakan tugasmu, karyawan kerjakan kerjamu, sudahlah. Proses selanjutnya serahkan kepada penyelenggara,"sambung.

Halaman
12
Penulis: Nurhadi
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved