Aceh Terus Genjot Produksi Padi Melalui Terobosan Pola IP 300

Aceh Terus Genjot Produksi Padi Melalui Terobosan Pola IP 300 yang dapat meningkatkan produksi padi secara signifikan

Aceh Terus Genjot Produksi Padi Melalui Terobosan Pola IP 300
Kementan
Aceh Terus Genjot Produksi Padi Melalui Terobosan Pola IP 300 

TRIBUN-TIMUR.COM - Aceh merupakan salah satu provinsi yang telah berhasil memproduksi padi untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat di wilayahnya.

Bahkan surplus beras yang terjadi di Aceh membuat Provinsi tersebut dapat menjual hasil produksi gabah ke provinsi tetangga.

“Kita optimis akan terus genjot produksi padi yang dapat berdampak singnifikan pada peningkatkan pendapatan petani, “ ujar Plt Gubernur Aceh, Ir. Nova Iriansyah MT menyatakan dalam acara Pencanangan Penanaman Cluster Padi Indeks Pertanaman (IP) 300 di Kecamatan Indragiri, Kabupaten Aceh Besar, Propinsi Aceh tadi siang.

Lebih lanjut Nova mengatakan bahwa Aceh tidak hanya fokus di hulu saja yaitu dengan menggenjot produksi di lahan petani saja, tetapi Aceh juga harus dapat menggarap industri hilir karena added value (nilai tambah) keuntungan di hilir jauh lebih besar dibandingkan di hulu.

Sebagai contoh saat ini petani Aceh sebagian besar jual gabah dengan harga sekitar Rp 4.500,-/kg padahal kalau dijual dalam bentuk beras harganya jauh lebih tinggi, yaitu sekitar Rp 10.000-11.000,-/kg, apalagi beras premium bisa mencapai Rp 13.000,-/kg.

“ Sehingga hal ini menyebabkan petani Aceh hanya mendapat keuntungan sekitar 40% saja sedangkan para middle man dari propinsi tetangga mendapatkan keuntungan yang jauh lebih besar, “ jelas Nova

Pada kesempatan yang sama, Staf Ahli Menteri Bidang Infrastruktur Pertanian, Prof. Dedi Nursyamsi mewakili Menteri Pertanian menyatakan bahwa pencanangan penanaman padi IP 300 di Kabupaten Aceh Besar merupakan terobosan yang luar biasa.

Karena program tersebut dapat meningkatkan produksi padi secara signifikan.

Pembangunan infrastruktur pertanian berupa bendung di Krueng Aceh dan Krueng Jreu mampu mengairi lahan sawah di Aceh

Besar sekitar 29.000 ha termasuk di dalamnya ada yang IP 100 dan IP 200 bahkan hari ini dimulai IP 300 untuk lahan sawah seluas 500 ha, sehingga memberikan kontribusi yang signifikan terhadap hasil padi Propinsi Aceh.

Halaman
12
Penulis: Nur Fajriani R
Editor: Waode Nurmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved