Petugas PPS Asal Maros Dikabarkan Meninggal, Ketua KPUD Bilang Begini

KPUD Sulsel telah merilis ada empat Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) dan Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) di Sulsel meninggal.

Petugas PPS Asal Maros Dikabarkan Meninggal, Ketua KPUD Bilang Begini
Ansar/Tribun Maros
Ketua KPUD Maros, Syamsu Rizal saat berada di gudang penyimpanan logistik Pemilu, komplek perkantoran Pemkab. 

TRIBUN MAROS.COM, TURIKALE - KPUD Sulsel telah merilis ada empat Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) dan Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) di Sulsel yang meninggal dunia.

Dua petugas dikabarkan meninggal karena sakit tipes dan lainnya mengalami kecelakaan lalu lintas.

Baca: Siswa Gabungan UNBK di SMPN 1 Maros, Petugas PLN dan Telkom Siaga

Baca: Dua Tersangka Kasus Ternak Masih Bebas, Ketua HPPMI Maros Protes

Mereka yakni Ripto (Luwu Timur), Syamsuddin (Bantaeng), Muh Iksan (Maros) dan seorang Petugas Pemungutan Suara (PPS) dari Luwu.

Ketua KPUD Maros, Syamsu Rizal tidak mengetahui ada petugas penyelenggara Pemilu, yang meninggal.

Begitu juga dengan Ketua Bawaslu Maros, Sufirman.

"Yang saya tahu itu adalah PPS di kecamatan Bantimurung. Tapi banyak KPPS kita pingsan bahkan ada yang dilarikan ke rumah sakit untuk dirawat," kata Syamsu Rizal, Senin (22/4/2019) sore.

Rerata KPPS sakit dan pingsan karena kelelahan setelah menjalankan tugasnya. Kondisi kesehatannya drop dihari pencoblosan maupun sehari setelah Pemilu.

"Banyak yang dilarikan ke rumah sakit karena kelelahan," katanya.

Sementara, Ketua Bawaslu Sufirman juga mengaku tidak mengetahui jika ada petugas penyelenggara yang meninggal akibat kelelahan.

"Kalau soal yang meninggal kami belum tahu. Kami akan koordinasikan dengan KPUD, apa betul ada yang meninggal," katanya.

Halaman
12
Penulis: Ansar
Editor: Munawwarah Ahmad
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved