Madjid Sallatu Bahas Money Politik, Binatang Ekonomi dan Amburadul Demokrasi

Koordinator Liputan Tribun Timur, Jumadi Mappanganro menjamu para guru besar dan doktor dari berbagai perguruan tinggi negeri dan swasta di Sulawesi S

Madjid Sallatu Bahas Money Politik, Binatang Ekonomi dan Amburadul Demokrasi
hasim arfah/tribun-timur.com
Silaturrahim Forum Dosen Tribun Timur membahas Dialektika Pasca Pileg - Pilpres 2019: Menjaga Indonesia! di Redaksi Tribun Timur, Jl Cendrawasih No 430, Kelurahan Sambungjawa, Kecamatan Mamajang, Makassar, Sulsel, Senin (22/4/2019. 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Hasim Arfah

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR- Fenomena politik uang dan maraknya hoaks menjadi pembicaraan utama dalam
Silaturrahim Forum Dosen Tribun Timur membahas Dialektika Pasca Pileg - Pilpres 2019: Menjaga Indonesia! di Redaksi Tribun Timur, Jl Cendrawasih No 430, Makassar, Sulsel, Senin (22/4).

Bahkan, Guru Besar Hukum Tata Negara Universitas Muslim Indonesia (UMI), Prof Ma’ruf Hafidz menyerukan politik uang sebagai kejahatan luar biasa atau ekstra ordinary crime, setingkat kejahatan korupsi di Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dalam diskusi berdurasi 80 menit ini.

Koordinator Liputan Tribun Timur, Jumadi Mappanganro menjamu para guru besar dan doktor dari berbagai perguruan tinggi negeri dan swasta di Sulawesi Selatan ini.

Nampak hadir langsung Koordinator Forum Dosen, Dr Adi Suryadi Culla; Guru Besar UMI, Prof Hambali Thalib; Guru Besar Hukum Tata Negara UMI Prof Dr Maruf Hafidz MH, Guru Besar Ilmu Sosial UNM, Prof Dr Hasnawi Haris; Ketua Jaringan Peneliti Kawasan Timur Indonesia, Drs Abdul Madjid Sallatu, MA.

Selain itu, ada 8 doktor ikut membahas dinamika politik pasca Pemilihan Umum (Pemilu) 2019.

Mereka yang hadir yakni Dosen UMI Dr Jamal Bijang; Dosen UMI, Dr Sudirman Numba; Dosen Unismuh, Dr Amir Muhiddin; Dekan FTI UMI, Dr Zakir Zabara H Wata; Dosen FISIP Unhas, Dr Andi Lukman; Dosen Komunikasi FISIP Unhas, Dr Azwar Hasan; Dosen Komunikasi Politik UIN Alauddin Makassar, Dr Firdaus Muhammad; Dosen FISIP Unhas, Dr Hasrullah.

Selain itu, ada juga dua mantan komisioner KPU Sulsel yakni Iqbal Latief dan Khaerul Mannan. Komisioner Bawaslu Sulsel, Saiful Jihad dan Aktivis Demokrasi Sulsel Abdul Karim dan Dosen Unismuh Arqam Azikin dan Idham Halik.

Adi Suryadi membuka diskusi forum dosen dengan mengangkat fenomena demokrasi dengan maraknya politik uang dan massifnya hoaks di Sulawesi Selatan.

Selain itu, dia mengungkapkan sebuah fenomena hancurnya demokrasi dengan sebutan demokrasi Indonesia.

Sehingga, dia memberikan waktu pertama kali kepada Madjid Salattu untuk memberikan pemantik diskusi.

Mantan dosen Ekonomi Universitas Hasanuddin pun mengeluarkan keluh kesahnya dengan kondisi bangsa, ambur adul.

"Saya melihat demokrasi setelah belasan tahun bukan tambah baik, tambah amruadul, sepertinya ini bukan ujian, apakah tokoh itu eksis di tengah amburadulnya demokrasi Indonesia saat ini," katanya.

Mata para peserta diskusi mengarahkan ke sisi depan meja mendengarkan pemaparan Madjid Sallatu.

Ia menyesalkan banyak tokoh terancam jatuh lantara ikut dalam Pemilu 2019. “Saya menyesalkan tokoh-tokoh itu dalam Pileg, mereka sebenarnya paham perkembangan nya, kenapa mereka mau jadi calon? Apakah perkembangan demokrasi ini tak benar?”

Selain itu, dia juga menggugat Komisi Pemilihan Umum (KPU) karena tak bisa memberikan kepastian kepada kedua kubu.
Sehingga, dia bertanya kepada masyarakat dan para akademisi,”benarkah kita ini sudah menjadi economic animal atau binatang ekonomi. Kok jadi seperti ini perkembangan politik kita, patut kah demokrasi ini berlangsung terus?”
Menurutnya, esensi nilai-nilai yang muncul, dipraktekkan dalam proses pemilu atau justru menyimpang.
“Apakah pilpres ini menghasilkan sesuatu harapan kita ke depan? Pemilu ini berbeda dan tak ditemukan fenomena sebelumnya?” katanya.
Sehingga, dia meminta kepada Komisi II DPR RI untuk menyebarkan notulensi hasil rapat dalam pembahasan Undang-undang no 7 tahun 2017 tentang Pemilhan Umum ke masyarakat.(*)

Penulis: Muh. Hasim Arfah
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved