Ketua RW di Kecamatan Panakkukang Makassar Dilaporkan Mencoblos 2 Kali

Ketua Rukun Warga (RW) itu berasal dari Kelurahan Pandang, Kecamatan Panakkukang, Kota Makassar terancam sanksi pidana Pemilu.

Laporan Wartawan Tribun Timur, Hasim Arfah

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Oknum Ketua RW itu diduga menggunakan hak pilih orang lain untuk mencoblos, Rabu (17/4/2019) lalu.

Ketua Rukun Warga (RW) itu berasal dari Kelurahan Pandang, Kecamatan Panakkukang, Kota Makassar terancam sanksi pidana Pemilu.

Komisioner Divisi Pengawasan Partisipatif Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Makassar, Zulfikarnain mengatakan, laporan yang mereka terima, RW di wilayah tersebut mencoblos di 2 Tempat Pemungutan Suara (TPS) berbeda di TPS 2 dan 6 kelurahan Pandang.

"Jadi, laporannya itu, dia dua kali mencoblos, TPS 2 ke TPS 6 kelurahan Pandang RW 01 yang dilakukan oleh Pak RWnya sendiri. Ada saksi yang melihat. Kita lihat DPT-nya, RW itu terdaftar di TPS 2. Jadi, kemungkinan dia pakai hak pilih orang lain di TPS 6," kata Zulfikarnain, Senin (22/4/2019).

Zulfikar menerangkan, kasus ini masih dugaan dan akan dilakukan klarifikasi lebih lanjut di Bawaslu kota Makassar.

Hanya saja, saat ini Bawaslu masih fokus menyelesaikan persoalan Perhitungan Suara Ulang (PSU) baru pada pelanggaran lainnya.

"Jadi sifatnya masih dugaan. Kita akan lakukan klarifikasi nanti, setelah selesaikan PSU," katanya.

Adapun pelanggaran yang disangkakan ke ketua RW tersebut ada di Pasal 516 UU No 7 tahun 2017, di mana setiap orang yang memberikan suara 2 kali atau lebih dipidana penjara 18 bulan dengan denda Rp 18 juta.

Terpisah, Komisioner KPU Makassar, Gunawan Mashar menyampaiakan, keputusan waktu dan lokasi PSU paling lambat, Senin (22/4) malam.

“Kita akan rapatkan secara pleno tertutup, paling lambat kita akan gelar PSU 27 April 2019,” katanya

Penulis: Muh. Asiz Albar
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved