Hari Bumi, Kualitas Air di Sulsel Masih Rendah

Kepala Pusat Pengendalian Pembangunan Ekoregion Sulawesi dan Maluku, Dr Ir Darhamsyah, M.Si mengatakan tanggung jawab menjaga lingkungan

Hari Bumi, Kualitas Air di Sulsel Masih Rendah
dokumen pribadi
Kepala Pusat Pengendalian Pembangunan Ekoregion Sulawesi dan Maluku (Kapus P3E SUMA), Dr Ir Darhamsyah, M.Si 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Hari Bumi Sedunia diperingati setiap 22 April, atau tepat hari ini, Senin (22/4/2019).

Berbagai kegiatan dilaksanakan, guna memperingati Hari Bumi Sedunia tersebut.

Kepala Pusat Pengendalian Pembangunan Ekoregion Sulawesi dan Maluku, Dr Ir Darhamsyah, M.Si mengatakan tanggung jawab menjaga lingkungan, bukan hanya dibebankan pada negara.

Tetapi juga kepada semua elemen masyarakat, minimal di lingkungan masing-masing.

"Hari Bumi Sedunia harus menjadi momentum untuk terus merawat alam kita. Kerusakan alam yang terjadi harus menjadi perhatian kita bersama," kata Darhamsyah kepada tribun-timur.com, Senin sore.

Darhamsyah menambahkan, untuk melihat kondisi lingkungan perlu menggunakan tiga indikator.

Seperti kualitas air, udara, dan tutupan lahan.

Khusus di Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) kata dia, kualitas air masih sangat rendah.

Hal tersebut disebabkan adanya pencemaran ataupun banyaknya ekoli di Daerah Aliran Sungai (DAS) Jeneberang dan Sungai Saddang.

"Di wilayah DAS tersebut terdapat kegiatan domestik seperti pembuangan limbah pabrik, perumahan, hingga peternakan, yang membuat kualitas air sangat rendah," ujarnya.

Halaman
12
Penulis: Amiruddin
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved