OPINI - Literasi Sains dan Pembentukan Karakter

Penulis adalah Dosen pendidikan Biologi, Universitas Negeri Makassar (UNM)

OPINI - Literasi Sains dan Pembentukan Karakter
tribun timur
Dosen pendidikan Biologi, Universitas Negeri Makassar (UNM). Kandidat doktor pendidikan Biologi, Seoul National University (SNU), Republic of Korea

Salah satu kejadian yang mengejutkan banyak orang dari isu ini yaitu ditemukannya seekor paus sperma (physeter microcephalus) yang mati terdampar di pesisir pantai Kepulauan Wakatobi pada November 2018 lalu dengan hampir 6 kg sampah plastik di dalam tubuhnya.

Ada banyak konten sains yang dapat dikaitkan dengan isu ini, antara lain konsep mengenai ekosistem dan proses-proses di dalamnya, polusi lingkungan, dan dekomposisi sampah secara alami.

Dimensi sosial dan moralnya pun sangat luas.

Membelajarkan sains dengan menggunakan isu ini dapat melibatkan siswa dalam berbagai aktivitas, seperti debat, bermain peran, atau studi kasus.

Baca: Tujuh PPK di Maros Rekapitulasi Suara Hari Ini, Lokasi Dijaga Ketat Polisi

Terlebih lagi, siswa dapat berlatih mencari data dan informasi yang berkaitan dengan isu tersebut dari berbagai sumber resmi dan terpercaya, sehingga melatih sikap kritis mereka.

Tentu, pembelajaran sains yang berorientasi pada ISI hanya salah satu dari sekian banyak pendekatan yang dapat dipilih oleh guru untuk membantu siswa mencapai kompetensi pada kurikulum.

Guru dapat melakukan berbagai inovasi lain untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dan mendukung program pemerintah dalam membudayakan literasi dan pembentukan nilai-nilai karakter di sekolah. (*)

Catatan: tulisan ini telah terbit di Tribun Timur edisi cetak, Sabtu (20/04/2019)

Editor: Aldy
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved