Cerita Dibalik Pemilu 2019- Jaga 3 TPS, Suara Bripka Karman Sampai Tidak Mau Keluar

Cerita Dibalik Pemilu 2019- Jaga 3 TPS, Suara Bripka Karman Sampai Tidak Mau Keluar

Cerita Dibalik Pemilu 2019- Jaga 3 TPS, Suara Bripka Karman Sampai Tidak Mau Keluar
(Foto. Samba)
Bripka Karman saat menjaga TPS di Kelurahan Sangiasseri.

TRIBUNSINJAI.COM, SINJAI SELATAN- Ada saja cerita yang dialami para petugas keamanan selama mengamankan Pemilu 2019.

Jika di beberapa daerah, ada petugas sampai meninggal dunia, di Sulsel juga beberapa petugas dan pengamanan dari aparat kepolisian punya cerita.

Dialah Bripka Karman, anggota Polres Sinjai.

Inilah cerita dibalik Pemilu 2019.

Karman sapaan akrabnya tampak lesu, bola matanya tak berbinar seperti biasanya, raut mukanya pucat saat baru saja masuk ke kantor Camat Sinjai Selatan pada Sabtu (20/4/2019) malam.

Baca: Fotonya Tertukar di DCT, Caleg PAN Ahmad Fai Minta PSU di Dapil III Gowa-Takalar

Baca: Cerita Dibalik Pemilu 2019, Komisioner KPU Luwu Timur Sampai Lupa Caranya Tidur

Baca: Pemilu 2019, Danrem 141/TP Kolonel Inf Suwarno Kunker di Kodim 1415/Selayar

Dia sudah mengalami demam saat melakukan pengamanan pencoblosan 17 April lalu.

Tempat itu sebagai Sekretariat Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dan tempatnya panitia pemilihan melakukan rekap suara dari 11 desa dan kelurahan di Kecamatan Sinjai Selatan.

Lulusan Diktuba Polri Gelombang I TA 2004 lalu itu terdengar suaranya parau saat menyapa beberapa rekan-rekannya anggota kepolisian Polres Sinjai yang ditugaskan di daerah yang berjarak 25 kilometer dari Ibukota Sinjai itu bersama warga lainnya.

" Maaf pak, suara saya sudah tidak mau keluar. Sudah tiga hari tiga malam saya jaga TPS 1,2 dan 3," kata Karman yang terdengar makin dalam suaranya.

Pada 17 April lalu, Karman ditugaskan di Lingkungan Babara, Kelurahan Sangiasseri. Dia memiliki tanggung jawab mengawal di kelurahan itu hingga kotak suara dibawa di kelurahan dan hari ini di rekap di PPK Kantor Camat Sinjai Selatan, kata Karman yang terdengar makin dalam suaranya.

Saat menjaga TPS ia harus mobile 24 jam memantau ke tiga TPS yang diamanahkannya. Antara satu TPS ke TPS lainnya berjauhan karena berada di wilayah pelosok Sinjai.

Cuaca dingin membuatnya ia demam hingga suaranya susah keluar. Namun kata Karman bahwa tuga tersebut tugas negara demi menjaga NKRI, katanya.

Atas penempatan di kampung itu, Karman banyak mengunjungi keluarga dan sahabatnya. Sebab saat ini Karman tugas di dalam ibukota Sinjai sehingga jarang pulang ke tanah kelahirannya dan menengok keluarganya di Keluragan Sangiasserri. (*)

Laporan Wartawan Tribun Timur, Syamsul Bahri
@Sambasambahrii

Penulis: Samsul Bahri
Editor: Waode Nurmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved