Prodia Gelar Seminar Deteksi Dini dan Pengobatan Lupus
Laboratorium kesehatan klinik, Prodia peduli terhadap para odapus lewat seminar dengan topik 'Deteksi Dini dan Pengobatan Penyakit Lupus
Penulis: Muhammad Fadhly Ali | Editor: Munawwarah Ahmad
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Laboratorium kesehatan klinik, Prodia peduli terhadap para odapus.
Buktinya, dalam rangka World Lupus Day pada 2019 ini, perusahaan menggelar seminar dengan topik 'Deteksi Dini dan Pengobatan Penyakit Lupus Terkini di Jl Batu Putih No 25 Makassar, Sabtu (20/4/2019).
Hadir empat pemateri. Faridin HP, Femy Syahriani, Abd Rahman Umar, dan Endy Adnan.
Pemerhati Lupus di Makassar, Faridin HP mrngatakan, penyakit lupus adalah suatu gangguan sistem kekebalan yang terjadi di dalam tubuh.
Penyakit ini termasuk ke dalam penyakit autoimun yang menyebabkan sel-sel tubuh rusak dan mengalami peradangan.
"Sederhananya, penyakit lupus adalah kondisi di mana tubuh memproduksi antibodi, bertugas mempertahankan diri terhadap ancaman dari luar seperti bakteri, virus, parasit atau jamur tetapi pada penyakit lupus terjadi sebaliknya. Sistem imunnya menyerang organ-organ tubuhnya sendiri (autoimun)," kata Faridin dalam rilis Prodia, Jumat malam (20/4/2019).
Gejala umum lupus, sewaktu dalam keadaan serangan atau aktif, penderita merasa seperti sedang flu, berupa gejala demam, lelah, sakit kepala, otot pegel dan nyeri sendi.
Kadang kadang didapatkan bercak merah sekitar hidung atau kedua pipi menyerupai kupu-kupu (butterfly rash), lemah, tidak napsu makan dan penurunan berat badan. Tidak jarang penderita mengalami depresi.
"Menurut American College of Rheumatology gejala nyeri sendi, sendi bengkak, mulut atau hidung mengalami luka yang tak kunjung sembuh hingga berbulan-bulan, di dalam urin terdapat darah, terdapat ruam-ruam di berbagai permukaan kulit, rambut rontok, demam, kejang-kejang, dada sakit dan sulit bernapas akibat peradangan pada paru-paru," katanya.
"Bila Anda mengalami setidaknya 4 gejala dan tanda tersebut, maka sebaiknya segera periksakan diri ke dokter. Pengobatan dianjurkan oleh dokter yang mempunyai kompetensi," jelas Faridin menambahkan.
Meski penyakit lupus adalah penyakit yang tak dapat disembuhkan, namun penyakit lupus tetap bisa hidup dengan damai dan mengurangi risiko gangguan yang mungkin muncul.
"Tetap melakukan olahraga dengan rutin, berhenti merokok. Istirahat yang cukup dan hindari stres, pahami tubuh, dan hindari paparan sinar matahari," katanya.(tribun-timur.com)
Laporan Wartawan Tribun-Timur.com, @fadhlymuhammad
Baca: C1 Berhologram Diduga Tercecer, Rekap Pilpres TPS 6 Desa Osango di Kecamatan Mamasa Terhenti
Baca: pemilu2019.kpu.go.id - Hasil Real Count KPU Pilpres 2019, Jokowi-Maruf Turun dari 56,46 % ke 54,68 %
Baca: Hasil Real Count Pilpres 2019 jurdil2019.org: Prabowo-Sandi Unggul 60,2%, Jokowi-Maruf Kalah 37,9%
Jangan Lupa Subscribe Channel Youtube Tribun Timur:
Follow juga Instagram Tribun Timur:
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/suasana-seminar-dengan-topik-deteksi-dini-dan-pengobatan.jpg)