Kementan Pacu Pengembangan Sentra Tanaman Hias di Tawangmangu Jawa Tengah

Direktur Jenderal Hortikultura Kementan RI, Suwandi, membeberkan Indonesia sangat kaya akan komoditas tanaman hias.

Kementan Pacu Pengembangan Sentra Tanaman Hias di Tawangmangu Jawa Tengah - hias5.jpg
Kementan RI
Kementerian Pertanian (Kementan) RI, terus memacu peningkatakan produksi komoditas pertanian bernilai ekonomi tinggi. Salah satunya tanaman hias yang memiliki potensi pasar ekspor yang terbuka lebar. Direktur Jenderal Hortikultura Kementan RI, Suwandi, mengunjungi lokasi pengembangan tanaman hias di Desa Nglurah, Kecamatan Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah.
Kementan Pacu Pengembangan Sentra Tanaman Hias di Tawangmangu Jawa Tengah - hias6.jpg
Kementan RI
Kementerian Pertanian (Kementan) RI, terus memacu peningkatakan produksi komoditas pertanian bernilai ekonomi tinggi. Salah satunya tanaman hias yang memiliki potensi pasar ekspor yang terbuka lebar. Direktur Jenderal Hortikultura Kementan RI, Suwandi, mengunjungi lokasi pengembangan tanaman hias di Desa Nglurah, Kecamatan Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah.
Kementan Pacu Pengembangan Sentra Tanaman Hias di Tawangmangu Jawa Tengah - hias7.jpg
Kementan RI
Kementerian Pertanian (Kementan) RI, terus memacu peningkatakan produksi komoditas pertanian bernilai ekonomi tinggi. Salah satunya tanaman hias yang memiliki potensi pasar ekspor yang terbuka lebar. Direktur Jenderal Hortikultura Kementan RI, Suwandi, mengunjungi lokasi pengembangan tanaman hias di Desa Nglurah, Kecamatan Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah.
Kementan Pacu Pengembangan Sentra Tanaman Hias di Tawangmangu Jawa Tengah - hias8.jpg
Kementan RI
Kementerian Pertanian (Kementan) RI, terus memacu peningkatakan produksi komoditas pertanian bernilai ekonomi tinggi. Salah satunya tanaman hias yang memiliki potensi pasar ekspor yang terbuka lebar. Direktur Jenderal Hortikultura Kementan RI, Suwandi, mengunjungi lokasi pengembangan tanaman hias di Desa Nglurah, Kecamatan Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah.

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Kementerian Pertanian (Kementan) RI, terus memacu peningkatakan produksi komoditas pertanian bernilai ekonomi tinggi. Salah satunya tanaman hias yang memiliki potensi pasar ekspor yang terbuka lebar.

Direktur Jenderal Hortikultura Kementan RI, Suwandi, membeberkan Indonesia sangat kaya akan komoditas tanaman hias. Buktinya, terdapat 173 jenis tanaman hias dengan ribuan jenis varietas yang tersebar di berbagai daerah. Salah satunya yang tengah dikembangkan di Desa Nglurah, Kecamatan Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah.

"Lokasi desa ini sangat strategis, dataran tinggi dan daerah tujuan wisata. Desa Nglurah menjadi sentra tanaman hias dengan 130 jenis tanaman antorium, krisan anggrek, pakis, kaktus, bonsai, dan lainnya," demikian dikatakan Suwandi saat meninjau budidaya tanaman hias di Desa Nglurah, Jumat (19/4/10).

Hadir Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Karanganyar, Supramnaryo dan para petani.

Suwandi menyebutkan, Kementan hingga saat ini terus mendorong sentra-sentra tanaman hias sejenis di daerah lain agar produksi dan volume ekspor semakin meningkat setiap tahunnya. Tanaman hias biasanya tumbuh subur di dataran tinggi, seperi di Brastagi, Solok, Puncak, Lembang, Tawangmangu, Batu Malang, dan daerah lainnya.

"Kita targetkan tanaman hias yang petani produksi berkualitas ekspor agar pendapatan petani dan negara meningkat. Ini pasti bisa karena tanaman hias kita memiliki daya saing yang tinggi di pasar dunia," terangnya, melalui rilis ke tribun-timur.com.

"Keunggulan lainnya, tanaman hias kita bisa memberikan kasih sayang bagi para pecinta bunga," tambah Suwandi.

Di tempat yang sama, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Karanganyar, Supramnaryo menuturkan budidaya tanaman hias di Desa Nglurah, Kecamatan Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar ini melibatkan 850 Kepala Keluarga (KK) di 14 Rukun Tetangga (RT). Tanaman hias yang dikembangkan cukup banyak yakni sebanyak 80 jenis.

"Berbagai jenis tanaman hias di sini diminati pasar dan memasok ke seluruh Indonesia, melibatkan 850 pedagang dan dipasarkan langsung ke hotel-hotel dan pelaku usaha dekorasi," tuturnya.

"Harga tanaman hias di daerah ini bervariasi, tergantung jenisnya, ada Rp 2.000 hingga 500.000 per pot. Petani pun menjualnya dalam bentuk ikat," sambungnya.

Halaman
12
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved