Pemilu 2019

Cerita Babinsa dan Bhabinkamtibmas Maros, Amankan TPS Perbatasan Malino

Untuk sampai di TPS perbatasan Maros dan Gowa tersebut, personel membonceng dan kadang memikul logistik di jalur sepanjang 10 kilometer.

Cerita Babinsa dan Bhabinkamtibmas Maros, Amankan TPS Perbatasan Malino - anurung-serda-i-wayan-suriansa-dan-bhabinkamtib.jpg
HANDOVER
Babinsa Desa Bontomanurung, Serda I Wayan Suriansa dan Bhabinkamtibmas, Brigpol Israr bersama petugas TPS saat berangkat ke Dusun Tanetebulu.
Cerita Babinsa dan Bhabinkamtibmas Maros, Amankan TPS Perbatasan Malino - ngkut-logistik-pemilu-mogok-di-tengah-sungai-saat-menuju-ke-tp.jpg
HANDOVER
Motor pengangkut logistik Pemilu mogok di tengah sungai saat menuju ke TPS Dusun Tanete Batu, Desa Bonto Manurung, Tompobulu.

TRIBUN-MAROS.COM, TOMPOBULU -Proses pencoblosan telah selesai. Namun masih menyisahkan suka dan duka bagi personel pengamanan Pemilu dan petugas TPS di Kabupaten Maros.

Seperti yang dialami oleh personel pengamanan kotak suara di TPS 02 Dusun Tanetebulu, Desa Bontomanurung, Kecamatan Tompobulu, Maros.

Baca: Dikawal Polisi, Kotak Suara Telah Dipulangkan ke PPK se-Kabupaten Gowa

Dua personel tersebut yakni, Babinsa Desa Bontomanurung, Serda I Wayan Suriansa dan Bhabinkamtibmas, Brigpol Israr.

Saat berangkat dan kembali, petugas harus melintasi jalur yang tidak memadai sepanjang 20 kilometer, dengan waktu tempuh delapan jam.

Untuk sampai di TPS perbatasan Maros dan Gowa tersebut, personel membonceng dan kadang memikul logistik di jalur sepanjang 10 kilometer.

Baca: Rekapitulasi Tingkat Kecamatan di Kabupaten Wajo Belum Dilakukan, Ini Sebabnya

Saat proses pencoblosan selesai, personel kembali membonceng kotak suara dari TPS ke Sekretariat Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Tompobulu.

Perjuangan para petugas untuk menyukseskan Pemilu, sangat berat. Mereka harus menyusuri jalan sejauh 10 kilometer dengan medan yang cukup ekstrim.

Di sepanjang jalan menuju Dusun yang berada di ketinggian 754 Mdpl tersebut, petugas melintasi jalan setapak berbatu, tanjakan, sungai dan hutan.

Saat berangkat dan pulang dari TPS, petugas beberapa kali berhenti beristrahat di tengah perjalanan. Mereka harus memastikan stamina tetap stabil.

Baca: Caleg Gerindra Sinjai Timur-Tellulimpoe Klaim Dapat 3.744 Suara

Pasalnya, jika mengalami kecelakaan atau sakit, maka personel akan kewalahan. Sepanjang ruas jalan yang dilintasi sepi dari warga yang melintas.

Halaman
123
Penulis: Ansar
Editor: Hasrul
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved