UPDATE TERBARU: Ini Daftar Parpol yang Tak Lolos Ambang Batas Parlemen versi LSI & Litbang Kompas

UPDATE TERBARU: Ini Daftar Parpol yang Tak Lolos Ambang Batas Parlemen versi LSI & Litbang Kompas

UPDATE TERBARU: Ini Daftar Parpol yang Tak Lolos Ambang Batas Parlemen versi LSI & Litbang Kompas
Wartakotalive.com/Suprapto
Perolehan suara 16 partai politik peserta Pemilu 2019 berdasarkan hasil hitung cepat Litbang Kompas. Suara masuk 87 persen sampai Kamis (18/4/2019) pagi. Ada 9 parpol lolos ambang batas parlemen atau Parliamentary Threshold (PT), yaitu PDIP, Gerindra, Golkar, PKB, PKS, Nasdem, Demokrat, PAN, dan PPP 

UPDATE TERBARU: Ini Daftar Parpol yang Tak Lolos Ambang Batas Parlemen versi LSI & Litbang Kompas, Gimana Nasib Hanura dan Perindo?

TRIBUN-TIMUR.COM - Hasil hitung cepat pemilihan legislatif (pileg) Lembaga Survei Indonesia (LSI) dengan data masuk 100 persen menunjukkan ada enam partai politik (parpol) yang diprediksi tidak lolos ambang batas parlemen yang sebesar 4 persen.

Alhasil, keenam parpol tersebut gagal lolos ke parlemen.

Peneliti LSI, Rully Akbar, menyebutkan, keenam parpol tersebut adalah Partai Berkarya yang pada hitung cepat mengantongi 2,41 persen, PSI (2,35), Hanura (1,85), Garuda (0,98), PBB (0,90), dan PKPI (0,38).

"Enam parpol yang tidak lolos ini terjadi karena memang kecendurungan pemilih lebih besar ke pilpres dibandingkan pileg. Otomatis, pemilih tidak fokus ke pilegnya ya," ujar Rully di kantor LSI, Jakarta Timur, Kamis (18/4/2019).

Selain karena faktor pemilu yang dilaksanakan serentak, lanjutnya, faktor lain adalah karena keenam parpol tersebut tidak memiliki basis massa yang kuat di seluruh daerah di Indonesia.

Rully menjelaskan, keenam parpol ini juga tak memiliki isu pembeda dengan 9 atau 10 parpol yang akan lolos ke parlemen.

"Tidak ada isu pembeda ya, khususnya parpol baru terhadap parpol lama. Alhasil, pemilih tidak merasakan ada faktor pembanding antara partai baru dan partai lama," katanya.

Ia mencontohkan, Partai Solidaritas Indonesia (PSI), yang selama kampanye banyak menitikberatkan isu yang menyangkut kaum minoritas, pun tetap tidak banyak mendongkrak suara.

PSI, seperti diungkapkan Rully, sebenarnya kurang bisa mengoptimalkan suara kaum minoritas. Dengan demikian, hasil hitung cepat menyatakan PSI tak lolos ambang batas.

Halaman
1234
Editor: Ilham Arsyam
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved