Pemilu 2019

Ketua KPU Sulsel Minta Penyelenggara Ad Hoc Pemilu Kedepankan Kejujuran

Daerah mana saja yang rawan atau banyak rintangan dalam distribusi surat suara dan atribut lainnya? Misnah mengatakan belum ada.

Ketua KPU Sulsel Minta Penyelenggara Ad Hoc Pemilu Kedepankan Kejujuran
abdul azis/tribun-timur.com
Ketua KPU Sulsel, Misnah M Attas 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR -- Ketua Komisi Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Sulawesi Selatan, Misnah M Attas, meminta jajarannya untuk mengedepankan kejujuran dalam menjalankan amanah yang telah diberikan.

"Kami selalu menekankan kepada semua anggota KPU agar berintegritas, netral, dan memperlakukan peserta pemilu sama," ujar Misnah ketika dimintai bagaimana menjaga agar jajaran KPU di Sulsel netral di Pemilu 2019, Senin (15/4/2019) kemarin.

Baca: Hasil Quick Count Pilpres 2019 Bisa Dilihat Pukul 15.00, Deklarasi Pemenang 16.00 WIB, Hasil Survei!

"Tapi terutama sekali adalah kejujuran agar mereka berlaku jujur terhadap pekerjaannya. Kemudian KPU inikan rasa-rasanya yang paling ketat sebagai penyelenggara Pemilu," ujar Misnah kepada Tribun di Kantor KPU Sulsel.

Misnah mengatakan bahwa KPU itu susah masuknya tetapi keluarnya gampang ketika tersangkut kode etik.

"Karena itu kepada penyelenggara Ad Hoc PPK, PPS, dan KPPS kami senantiasa menyampaikan agar mereka bisa menjaga nama baik mereka walaupun sifatnya sementara tapi yang paling penting menjaga nama baik mereka dan KPU," jelas Misnah.

Baca: Cinta Penelope Ungkap Kebiasaan Buruknya di Masa Muda Picu Kanker Diidapnya, Banyak Dilakukan Orang

Dia menjelaskan bahwa apa pun tantangan yang KPU hadapi harus dilewati. Termasuk distribusi logistik Pemilu 2019.

"Kita ini ideologinya mensukseskan Pemilu. Jadi seberat apapun tantangannya itu kami upayakan melewati tantangan tersebut dan berupaya melewatinya dengan baik," tegas Misnah.

Daerah mana saja yang rawan atau banyak rintangan dalam distribusi surat suara dan atribut lainnya? Misnah mengatakan belum ada.

"Misalnya saja untuk pendistribusian surat suara, KPU Pangkep sudah jalan duluan. Begitu juga dengan Kepulauan Selayar dan KPU Luwu Utara yang punya medan-medan berat juga sudah distribusikan logistik lebih awal," katanya.

Baca: Penyandang Disabilitas Ikut Mencoblos, KPU Parepare: Tak Ada TPS Khusus

"Kita tetap mengupayakan bisa mendistribusikan logistik secara normal, tapi kalau KPU punya kendala-kendala yang tidak bisa dihadapi sendiri, maka KPU tentu berkomunikasi dengan pihak-pihak terkait," tambah Misnah.

Halaman
12
Penulis: Abdul Azis
Editor: Hasrul
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved