Bawaslu Sinjai Proses Dugaan Money Politik Caleg PAN

Dugaan money politik tersebut ditemukan oleh petugas Tempat Pemungutan Suara (TPS) 11 di Desa Bulutellue, Kecamatan Bulupoddo.

Bawaslu Sinjai Proses Dugaan Money Politik Caleg PAN
Samba/tribunsinjai.com
Penemuan contoh kertas suara dan uang diduga milik Mappahakkang. 

TRIBUNSINJAI.COM, SINJAI UTARA - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan sedang memeroses dugaan money politik yang dilakukan oleh Calon Anggota Legislatif (Caleg) Sinjai.

Ketua Bawaslu Sinjai A Rusmin Kayyung mengatakan bahwa sebelumnya Panwascam Bulupoddo menemukan dugaan politik uang yang dilakukan oleh tim salah satu Caleg PAN.

Dugaan money politik tersebut ditemukan oleh petugas Tempat Pemungutan Suara (TPS) 11 di Desa Bulutellue, Kecamatan Bulupoddo.

Dijelaskan bahwa penemuan itu saat petugas TPS 11 Desa Bulutellue melakukan patroli di kampung tersebut pada 15 April lalu.

" Petugas TPS melakukan patroli dan mendapatkan informasi dari warga bahwa telah terjadi dugaan pelanggaran politik uang yang dilakukan oleh Tim caleg DPRD Kabupaten dari Partai amanat Nasional Mappahakang," kata Ketua Bawaslu Sinjai Muh Rusmin Kayyung, Rabu (17/4/2019).

Selanjutnya petugas melakukan penelusuran dan mendatangi rumah warga yang bernama Humra, dan warga tersebut membenarkan telah menerima uang dengan memperlihatkan uang Rp 600 ribu rupiah dari pemberian pihak Mappahakkang.

Dan setelah petugas mendokumentasikan uang tersebut. Selanjutnya melaporkan ke Panwascam Bulupoddo untuk diteruskan ke Bawaslu.

Rusmin mengatakan bahwa penemuan itu bertentangan dengan pidana pemilu Pasal 523 ayat 2 larangan memberikan materi lainya pada masa tenang ancamannya empat tahun dan denda 48.000.000.

Dan hari ini, oleh Bawaslu Sinjai sedang membahas bersama tim Gakumdu di Bawaslu.

Selanjutnya akan ditentukan apakah akan ditindaklanjuti ke tahap sidik atau batal ditingkatkan ke tahap proses hukum. Sementara Mappahakkang belum memberikan penjelasan terkait temuan petugas TPS di Bulutellue, apakah miliknya atau milik orang lain.

Penulis: Samsul Bahri
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved