VIDEO: Deklarasi Golput, Mahasiswa Majene Diseret Polisi

Demonstrasi ini berujung ricuh. Saat mahasiswa membentuk simpul dan hendak membakar keranda, polisi lalu mencegat aksi tersebut.

Menurutnya, demokrasi di Indonesia tidak rasional dan tidak objektif.

"Mulai masa orde baru sampai sekarang itu demokrasi tidak pernah memperlihatkan bahwa demokrasi itu menuju pada kesejahteraan rakyat. Itu kenapa kami melakukan aksi golput," ujar Farhat.

Kata Mahasiswa Hubungan International (HI) Unsulbar tersebut, demokrasi harusnya bermuara pada kesejahteraan rakyat. Namun, kebijakan yang dilahirkan melalui proses demokrasi saat ini malah menyengsarakan masyarakat.

"Kebijakan yang lahir adalah kebijakan yang tidak berwujud pada kesejahteraan rakyat itu sendiri," ucapnya.

Ia menilai, calon presiden hingga legislatif sama sekali bukan representasi kedaulatan rakyat. Mereka tidaklah beda dengan penindas.

Demontran lainnya, Mutmah mengatakan, aksi golput merupakan sikap politik. Itu sebagai bentuk kritik terhadap elit partai dan peserta pemilu yang hanya mengumbar janji.

"Mereka harusnya menjadi penyambung lidah rakyat, tapi sampai sekarang tidak ada buktinya," tegas Mutmah.

Baginya, perwakilan rakyat yang terpilih melalui proses pemilu mestinya menjadi perwakilan seutuhnya. Yakni bisa memberikan manfaat bagi masyarakat melalui pemanfaatan sumber daya alam.

Namun, perwakilan rakyat itu dinilai justru mengeksplorasi kekayaan alam untuk kepentingan pribadi.

"Itu merampas ruang hidup masyarakat," tegasnya.

Halaman
123
Penulis: edyatma jawi
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved