VIDEO: Petugas PPS Harus Bawa Mesin Genset di 4 Kampung Ini

Di Desa Terasa Kecamatan Sinjai Barat sekitar 60-70 kilometer dari Kabupaten Sinjai akses jalan desanya masih gunakan jalan tanah

TRIBUNSINJAI.COM, SINJAI SELATAN - Panitia Pemungutan Suara (PPS) di empat desa di Kabupaten Sinjai harus membawa mesin genset ke lokasi Tempat Pemungutan Suara (TPS).

Pasalnya keempat lokasi di Kabupaten Sinjai medannya berat dalam pelaksanaan pemungutan suara di Sinjai. Keempat titik tersebut yakni kampung Boja, Desa Puncak, Dusun Coddong, Desa Polewali, Kecamatan Sinjai Selatan, dua dusun di Desa Bontokatute, Kecamatan Sinjai Borong dan Desa Terasa Kecamatan Sinjai Barat.

" Keempat titik ini medannya ekstrem dan panitia harus bawa mesin genset karena belum ada listriknya," kata Divisi Sosialisasi dan Humas Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sinjai, Senin (15/4/2019).

Di Desa Terasa Kecamatan Sinjai Barat sekitar 60-70 kilometer dari Kabupaten Sinjai akses jalan desanya masih gunakan jalan tanah, sebagian daerah belum dialiri listrik.

Demikian juga warga di Desa Bontokatute, terdapat dua dusun tidak miliki listrik dan jalan tanah. Para petugas di daerah itu harus berjuang keras untuk mewujudkan pemilihan umum dengan baik.

Khusus kampung Boja, Desa Puncak akses jalan hanya gunakan jalan tanah selebar dua meter, sisi kanan kiri badan jalan terjal. Selain itu juga belum ada listrik. Sebagian warga di kampung itu hanya gunakan pelita dan ada beberapa gunakan mesin genset.

" Tidak ada listrik di kampung itu, besok (hari ini) saya harus cari mesin genset dibantu Pak TNI dan Polri," kata Ketua PPS Mappasonge usai menurunkan kotak logistik suara yang tiba di desanya Puncak menjelang petang kemarin.

Tak hanya listrik, mereka juga petugas harus berhati-hati dalam mengangkut logistik kertas suara ke kampung tertinggal di Sinjai itu, sebab mereka harus melewati jalan licin karena sedang musim hujan saat ini, terjal dan melewati sungai dan anak sungai.

Kemarin petugas di tempat itu masih sedang berembuk mempersiapkan fasilitas ke kampung itu yang bisa diakses 1,5 jam waktu jarak tempuh dengan sekitar tujuh kilometer dari ibukota Desa Puncak. " Logistik sudah tidak bisa dibonceng karena akses jalan tidak bisa dilalui sepeda motor. Kami hanya miliki satu pilihan pikul logistik atau kami jinjing," kata Mappasonge. (*)

Laporan Wartawan Tribun Timur, Syamsul Bahri
@Sambasambahrii

Penulis: Samsul Bahri
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved