Tagar Terima Kasih Istriku Trending Saat Ini, Kenapa Foto Iriana Jokowi yang Ramai? Gus Nadir Ikutan

Tagar Terima Kasih Istriku Trending Twitter Saat Ini, Kenapa Foto Iriana Jokowi yang Ramai?

Tagar Terima Kasih Istriku Trending Saat Ini, Kenapa Foto Iriana Jokowi yang Ramai? Gus Nadir Ikutan
Getty Images
Tagar #TerimaKasihIstriku sedang trend di Twitter saat ini, kenapa Foto Iriana Jokowi banyak dishare? 

Dirjen Aplikasi Informatika Kemkominfo Semuel Abrijani Pangerapan menjelaskan, untuk ranah media massa, pelarangan itu ialah tidak boleh menayangkan iklan atau berita yang berisi citra diri paslon, visi-misi para peserta Pemilu dan ajakan yang mempengaruhi pilihan masyarakat.

Peraturan itu juga berlaku untuk ranah media sosial.

Regulasi di media sosial, segala postingan baru yang berbau kampanye dilarang dimuat. Sedangkan untuk postingan lama, tidak boleh untuk di share alias dibagikan kembali ke publik.

Peraturan ini berlaku untuk berbagai platform seperti Google, Twitter, Facebook, Line, Bigo, dan Youtube.

Bawaslu dan Kemenkominfo juga akan membuat surat edaran soal pelarangan ini ke platform-platform tersebut.

"Berlaku di media massa yang tidak boleh pasang iklan. Kita ingin memberlakukan sama di media sosial juga," ujar Samuel di Bawaslu RI, Jakarta Pusat, Sabtu (13/4/2019).

"Karena ruang siber ini sama dengan dunia nyata APK sudah mulai di cabuti kalau di siber tidak bisa dicabuti tapi nggak boleh ada yang mempromosikan. Kalau yang sudah di posting tidak bisa di takedown, tapi nggak boleh lagi me-repost atau menyebarkan lagi. Nggak boleh itu kita merepost lagi atau menyebarkan link nya," imbuhnya.

Sementara, Ketua Bawaslu RI Abhan menerangkan bila peserta Pemilu dalam pemberitaan di media massa maupun postingannya di media sosial mendorong masyarakat untuk menuangkan hak suaranya pada 17 April tanpa dibubuhi kampanye, maka hal itu diperbolehkan.

"Boleh, mendorong orang dan mengingatkan tanggal 17 April adalah hari pemungutan," kata Abhan.'

Namun tidak ada pembahasan lebih detil apakah kampanye dalam bentuk tagar masuk kategori dilarang atau tidak.(tribun-timur.com/tribunnews.com)

Baca: Hastag UAS Difitnah Keji Dan Brutal Trending Topic di Twitter, TV One Ikut Beri Klarifikasi

Baca: Heboh! Kronologi dan Penyebab Ibu Nurul Mutholib Bakar Hidup-hidup Mertua, Penjelasan Resmi Polisi

Baca: Live Trans 7, Link Live Streaming MotoGP 2019 Amerika Marquez Star No 1, Rossi 2 Siapa Juara?

Baca: Mahfud MD Sebut Ciri Hacker Akun Said Didu Serang Ustadz Abdul Somad, Tunggu Pilpres Selesai

Editor: Mansur AM
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved